home masjid

Ironis..! Puasa dari Makanan Halal, tetapi Berbuka dengan yang Haram

Sabtu, 22 Maret 2025 - 17:42 WIB
Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga tentang menahan diri dari segala keburukan. Ilustrasi: Freepik
LANGIT7.ID -- Ramadan adalah bulan yang penuh keberkahan. Di bulan ini, Allah SWT mewajibkan kita berpuasa untuk menahan diri dari makan, minum, dan segala yang membatalkan puasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Namun, alangkah ironisnya jika seseorang menahan diri dari sesuatu yang halal—seperti makanan dan minuman—tetapi saat berbuka justru mengonsumsi sesuatu yang haram, seperti ghibah (menggunjing) dan namimah (mengadu domba).

Seorang tabi’in yang mulia, Yahya bin Abi Katsir berkata: "Seseorang berpuasa dari yang halal dan baik (yakni makanan dan minuman), tetapi dia berbuka dengan yang haram dan buruk: memakan daging saudaranya (yakni dengan ghibah dan namimah)." (Al-Hilyah, Abu Nu’aim, 3/69)

Bukan Hanya Menahan Lapar dan Dahaga

Rasulullah SAW mengingatkan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga lisan dan perbuatan dari segala bentuk dosa. Beliau bersabda:

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ

"Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan dosa, maka Allah tidak butuh dia meninggalkan makan dan minumnya." (HR. Bukhari No. 1903)

Baca juga: Cara Taubat dari Dosa Ghibah, Awali dengan Meminta Maaf
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya