Kisah Sufi: Tapabrata Malik Dinar
Miftah yusufpati
Kamis, 27 Maret 2025 - 04:00 WIB
Raja yang Menang adalah perwujudan fungsi akal yang lebih tinggi, yang disebut Rumi Roh Manusia, yang harus manusia kembangkan sebelum ia bisa berfungsi dalam keadaan tercerahkan. Ilustrasi: AI.
LANGIT7.ID--Kisah ini dinukil dari buku berjudul "Tales of The Dervishes" karya Idries Shah yang diterjemahkan Ahmad Bahar menjadi "Harta Karun dari Timur Tengah - Kisah Bijak Para Sufi".
Setelah bertahun-tahun lamanya menekuni persoalan-persoalan filsafat, Malik Dinar merasa bahwa sudah tiba waktunya untuk mengadakan perjalanan mencari pengetahuan. "Saya akan pergi", batinnya, "Menemui sang Guru Tersembunyi, yang konon juga berada dalam kesejatian diriku."
Ia pun meninggalkan rumahnya dan hanya membawa bekal beberapa buah kurma. Tak lama kemudian, ia melihat seorang darwis berjalan kelelahan di jalan yang berdebu. Didekatinya darwis itu, tetapi tidak disapanya.
Akhirnya darwis itu pun berkata, "kau ini siapa dan hendak kemana?"
"Nama saya Dinar, saya dalam perjalanan mencari sang Guru Tersembunyi."
"Aku Malik Al-Fatih, kau akan kutemani," kata Sang Darwis.
"Apa saudara bisa bantu saya menemukan Sang Guru?" Tanya Dinar.
Setelah bertahun-tahun lamanya menekuni persoalan-persoalan filsafat, Malik Dinar merasa bahwa sudah tiba waktunya untuk mengadakan perjalanan mencari pengetahuan. "Saya akan pergi", batinnya, "Menemui sang Guru Tersembunyi, yang konon juga berada dalam kesejatian diriku."
Ia pun meninggalkan rumahnya dan hanya membawa bekal beberapa buah kurma. Tak lama kemudian, ia melihat seorang darwis berjalan kelelahan di jalan yang berdebu. Didekatinya darwis itu, tetapi tidak disapanya.
Akhirnya darwis itu pun berkata, "kau ini siapa dan hendak kemana?"
"Nama saya Dinar, saya dalam perjalanan mencari sang Guru Tersembunyi."
"Aku Malik Al-Fatih, kau akan kutemani," kata Sang Darwis.
"Apa saudara bisa bantu saya menemukan Sang Guru?" Tanya Dinar.