home community

Sempetin Ngaji, Komunitas Belajar Al-Qur'an yang Lahir dari Kegelisahan

Kamis, 27 Maret 2025 - 12:17 WIB
Ilustrasi mengaji. Foto: Pexels/Pok Rie.
Pandemi Covid-19 membawa banyak perubahan dalam setiap lini kehidupan manusia. Salah satu yang terdampak adalah dunia pendidikan, di mana metode belajar mengalami perubahan.

Bila biasanya aktivas belajar dilakukan dengan tatap muka, namun saat pandemi metodenya diterapkan secara daring.

Perubahan ini ikut dirasakan Abd Rasul Amin, pemuda asal Makassar, Sulawesi Selatan yang kesehariannya saat itu adalah mengajar membaca Al-Qur'an.

Baca juga: Syiar Ramadhan, Mahasiswa Disabilitas Unesa Belajar Mengaji dengan Braille dan Isyarat

"Saya punya kebiasaan untuk mengajar mengaji anak-anak di masjid dan di rumah (privat). Kemudian, covid datang, (pemerintah) memerintahkan untuk di rumah saja. Otomatis saya nggak ngapa-ngapain," kata Rasul Amin kepada Langit7.id, Rabu (26/3/2025).

Terbiasa mengajar membuat Rasul Amin gelisah bila tidak melakukan aktivitas hariannya itu. Imam muda yang pernah mondok di Ulumul Quran DDI Hasanuddin, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan ini pun mencoba strategi baru agar tetap bisa mengajar.

Ia pun memanfaatkan teknologi digital yang ada sebagai media mengajar hingga lahirlah Sempetin Ngaji.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya