LANGIT7.ID-Roma; Tanpa kehadiran bintang tenis peringkat 2 dunia Carlos Alcaraz karena cedera pergelangan tangan, Spanyol masih boleh menepuk dada. Spanyol masih bintang baru yang bikin dunia tenis gempar. Dia adalah Rafael Jodar. Bintang muda Spanyol yang masih 19 tahun ini, memiliki nama depan dengan sang legend Spanyol, Rafael Nadal.
Karena kekuatan Spanyol ditinggalkan Alcaraz, maka Rafael Jodar bekerja keras untuk mengharumkan nama negaranya. Dan itu Jodar buktikan di Italia Open di Roma. Jodar, dengan pukulan-pukulan dahsyat, terus membangun kesuksesan besar di lapangan tanah liat.
Jodar (19 tahun) mendominasi saat duel dengan petenis next gen Amerika, Learner Tien dengan skor 6-1, 6-4 dan melaju ke perempatfinal ATP Masters 1000 keduanya secara beruntun di Roma, sekaligus memperpanjang rekor bersejarahnya.
Jodar adalah petenis termuda yang mencapai perempatfinal Roma sejak Novak Djokovic pada tahun 2007. Jodar selanjutnya akan menghadapi pemenang antara unggulan kedua Alexander Zverev atau petenis Italia unggulan ke-18 Luciano Darderi untuk memperebutkan tiket semifinal.
Ruud Hancurkan Harapan Publik Tuan RumahSebelumnya, Casper Ruud memupus harapan publik tuan rumah dengan mengalahkan Lorenzo Musetti yang sedang cedera, 6-3, 6-1. Finalis Roland Garros dua kali ini mencapai perempatfinal Roma untuk kelima kalinya dalam tujuh kali penampilan. Ruud bergabung dengan Novak Djokovic, Stefanos Tsitsipas, dan Zverev sebagai petenis aktif keempat yang mencapai lima kali perempatfinal Roma. Musetti, yang terganggu cedera paha kiri, gagal meraih perempatfinal Roma keduanya.
Ruud yang tiga kali menjadi semifinalis Roma tahu bahwa Musetti dalam kondisi fisik yang tidak prima, dan ia terus menghukum petenis Italia itu dengan pukulan silang dari sudut ke sudut.
“Karena saya sudah lama tidak bermain melawan Lorenzo, saya benar-benar melakukan riset,” kata Ruud. “Saya banyak menonton pertandingannya, terutama di sini di Roma. Bahkan saya menonton langsung pertandingan sebelumnya bersama Cerundolo. Di akhir pertandingan, dia sudah terlihat mulai kesulitan.
“Saya sadar, jika memang begitu kondisinya, saya akan berusaha membuatnya berlari sebanyak mungkin. Ini kejam dan brutal, tapi itulah olahraga. Anda harus melakukan segalanya untuk memenangkan pertandingan. Bagi saya, setiap kemenangan itu penting. Di saat yang sama, tentu saya berharap dia sehat dan pulih secepat mungkin. Tapi menjelang akhir, jelas terlihat dia kesulitan.”
![Jodar Hajar Tien untuk Capai Perempatfinal Bersejarah di Italia Open, Musetti Jagoan Tuan Rumah Dipermalukan Ruud]()
Dominasi Jodar dari Awal Hingga AkhirBeberapa minggu setelah membuat heboh publik tuan rumah dengan mencapai perdelapanfinal Mutua Madrid Open sebagai petenis wild card, Jodar mengendalikan laga antar remaja ini dari awal hingga akhir. Jodar memenangkan 10 dari 19 poin yang dimainkan pada servis kedua Tien dan mematahkan servis lawan empat kali dalam kemenangan selama 75 menit.
Juara Marrakesh ini mencatatkan rekor kemenangan di tanah liat menjadi 15-2 musim ini, menyamai Tomás Martín Etcheverry untuk kemenangan terbanyak di tanah liat musim ini sekaligus menjadi remaja pertama yang mencapai perempatfinal di dua turnamen ATP Masters 1000 berbeda dalam satu musim sejak Djokovic pada tahun 2007.
Pertemuan ini merupakan ulang dari laga Next Gen ATP Finals, di mana Jodar bertahan dari empat match point.
Tien yang berbakat adalah seorang jurus akurat, tapi ia masih dalam tahap beradaptasi dengan permainan presisinya di tanah liat merah. Tien petenis andal dalam serangan balik, tapi Jodar melesakkan pukulan-pukulan tanah liat yang menyala dengan kecepatan di atas 80 mph, menyisakan sedikit waktu bagi petenis kidal Amerika itu untuk bergerak. Tien semakikali terlihat terpeleset dan tergelincir, yang membuat usahanya kacau.
Sebaliknya, Jodar berulang kali menggunakan servis melambung tinggi untuk menyiapkan serangan pertama yang ia lepaskan ke area lapangan terbuka, membuat Tien bertahan sejak awal reli.
Pukulan forehand datar menyusur garis memberikannya peluang break. Saat Tien melakukan double fault, Jodar unggul break 3-1.
Mengusir Tien dengan servis lebar melambung, Jodar melesakkan winner backhand, memperlebar keunggulan menjadi 4-1 setelah 22 menit.
Kombinasi kecepatan dan kedalaman pukulan Jodar yang mematikan membuatnya melayani sendiri set pembuka 31 menit dengan skor 15.
Tien Bangkit, Jodar Kembali MenggilaDengan memainkan topspin yang lebih tinggi dan berat untuk mendorong Jodar mundur ke belakang garis baseline, Tien mendapatkan dua peluang break di game keempat. Serangkaian forehand berat memojokkan Jodar, lalu Tien melangkah maju dan membakar winner forehand menyusur garis, meraih break pertama untuk memimpin 3-1 di set kedua.
Tapi, break belum sah sampai bisa dikonfirmasi. Tien gagal mempertahankan keunggulannya karena Jodar membalas dengan pukulan datar dan langsung mematahkan servis kembali di game kelima. Tertinggal 1-3, Jodar tancap gas dan memenangkan lima dari enam game terakhir, sambil memaksa Tien bermain semakin dekat ke garis lapangan.
Terus melepaskan pukulan-pukulan menggetarkan, Jodar bangkit dari tertinggal 15-30 untuk memenangkan game dan unggul 5-3.
Frustrasi yang memuncak meledak pada diri Tien. Ia melempar raket Wilsonsnya ke udara dan menendangnya sebelum raket itu jatuh ke tanah.
Saat melayani untuk kemenangan pertandingan, Jodar bertahan dalam reli 10 pukulan sebelum Tien melesakkan backhand, mengakhiri pertandingan selama 75 menit.
Jodar yang eksplosif sudah menjadi favorit penggemar di usianya yang baru 19 tahun. Lucunya, para petenis lain pun mungkin ikut mendukung perjalanannya di Roma. Kini, Jodar naik ke peringkat 29 di ATP Live Rankings, memastikan dirinya akan menjadi unggulan di Roland Garros, bukan sekadar lawan berbahaya tanpa status unggulan(*/saf/tennisnow)
(lam)