Syaikh Al-Qardhawi Kritisi Pengikut Manhaj Salaf yang Justru Menyalahi ijtihad Mereka
Miftah yusufpati
Kamis, 03 April 2025 - 04:30 WIB
Syaikh Yusuf Al-Qardhawi. Foto/Ilustrasi: al Jazeera
LANGIT7.ID--Syaikh Yusuf Al-Qardhawi dalam buku berjudul "Aulawiyaat Al Harokah Al Islamiyah fil Marhalah Al Qodimah" mengkritisi mengikut manhaj salaf. Menurutnya, mengukuti manhaj salaf tidaklah berarti sekadar ucapan-ucapan mereka dalam masalah-masalah kecil tertentu.
"Adalah suatu hal yang mungkin terjadi, Anda mengambil pendapat-pendapat salaf dalam masalah yang juz'i (kecil), namun pada hakikatnya Anda meninggalkan manhaj mereka yang universal, integral dan seimbang," katanya.
Sebagaimana juga mungkin, katanya lagi, Anda memegang teguh manhaj mereka yang kulli (universal), jiwa dan tujuan-tujuannya, walaupun Anda menyalahi sebagian pendapat dan ijtihad mereka.
"Inilah sikap saya pribadi terhadap kedua Imam tersebut, yakni Imam Ibnu Taimiyah dan Ibnul-Qoyyim," katanya.
"Saya sangat menghargai manhaj mereka secara global dan memahaminya. Namun, ini tidak berarti bahwa saya harus mengambil semua pendapat mereka. Jika saya melakukan hal itu berarti saya telah terperangkap dalam taqlid yang baru. Dan berarti telah melanggar manhaj yang mereka pegang dan perjuangkan sehingga mereka disiksa karenanya. Yaitu manhaj nalar dan mengikuti dalil."
Baca juga: Syaikh Al-Qardhawi: Citra Salafiah Dirusak oleh Pihak yang Pro dan Kontra
Melihat setiap pendapat secara obyektif, bukan memandang orangnya. "Apa artinya Anda protes orang lain mengikut (taqlid) Imam Abu Hanifah atau Imam Malik, jika Anda sendiri taqlid kepada Ibnu Taimiyah atau Ibnul-Qoyyim," lanjut Al-Qardhawi.
"Adalah suatu hal yang mungkin terjadi, Anda mengambil pendapat-pendapat salaf dalam masalah yang juz'i (kecil), namun pada hakikatnya Anda meninggalkan manhaj mereka yang universal, integral dan seimbang," katanya.
Sebagaimana juga mungkin, katanya lagi, Anda memegang teguh manhaj mereka yang kulli (universal), jiwa dan tujuan-tujuannya, walaupun Anda menyalahi sebagian pendapat dan ijtihad mereka.
"Inilah sikap saya pribadi terhadap kedua Imam tersebut, yakni Imam Ibnu Taimiyah dan Ibnul-Qoyyim," katanya.
"Saya sangat menghargai manhaj mereka secara global dan memahaminya. Namun, ini tidak berarti bahwa saya harus mengambil semua pendapat mereka. Jika saya melakukan hal itu berarti saya telah terperangkap dalam taqlid yang baru. Dan berarti telah melanggar manhaj yang mereka pegang dan perjuangkan sehingga mereka disiksa karenanya. Yaitu manhaj nalar dan mengikuti dalil."
Baca juga: Syaikh Al-Qardhawi: Citra Salafiah Dirusak oleh Pihak yang Pro dan Kontra
Melihat setiap pendapat secara obyektif, bukan memandang orangnya. "Apa artinya Anda protes orang lain mengikut (taqlid) Imam Abu Hanifah atau Imam Malik, jika Anda sendiri taqlid kepada Ibnu Taimiyah atau Ibnul-Qoyyim," lanjut Al-Qardhawi.