Islam menyediakan ruang ijtihad yang luas melalui pemisahan nash qath'i dan zhanni. Memahami batasan ini adalah kunci untuk menciptakan kerukunan umat tanpa harus mengorbankan prinsip dasar agama.
Gelombang seruan pembaruan Islam kian deras, namun Yusuf Qardhawi mengingatkan: ijtihad bukan tafsir bebas tanpa ilmu. Tajdid sejati menuntut disiplin, bukan keberanian tanpa dasar.
Bukan bom, tapi kata-kata yang membunuh keberanian berpikir. Yusuf al-Qardhawi menyebutnya pedang terorisme ilmiahsenjata yang menumpulkan ijtihad umat.
Bidah bukan sekadar praktik baru dalam agama. Dari aqidah hingga ritual, ia dipandang lebih berbahaya daripada maksiat karena sering dikira ibadah. Bagaimana ulama menimbangnya?
Riwayat lain bahkan mencatat respons Ibnu Umar yang lebih tajam. Ia menutup pernyataannya dengan kalimat: Sunnatullah dan sunnah Rasul-Nya lebih patut kamu ikuti daripada sunnah si fulan jika kamu memang benar.
John L. Esposito mengatakan syariah yang seringkali dipahami secara sempit sebagai hukum pidana keras, sesungguhnya adalah kerangka moral dan sosial yang menyeluruh.
Adalah suatu hal yang mungkin terjadi, Anda mengambil pendapat-pendapat salaf dalam masalah yang juz'i (kecil), namun pada hakikatnya Anda meninggalkan manhaj mereka yang universal, integral dan seimbang.
Kontroversi Ijtihad dalam Islam modern mencuat setelah Prof KH Ibrahim Hosen mengungkap perbedaan pendapat ulama. Satu kelompok meyakini ijtihad harus terus terbuka mengikuti perkembangan zaman, sementara kelompok lain berpendapat cukup berpegang pada Mazhab Empat yang telah lengkap.
Ta'aruf kini banyak ditempuh oleh muda-mudi muslim yang ingin menikah. Alih-alih pacaran bertahun-tahun, mereka memilih melakukan perkenalan serius untuk melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan. Bagaimana sejarah ta'aruf hingga bisa sepopuler sekarang?
Syaikh Said bin Muhammad al-Kamali mengingatkan para penuntut ilmu agar menghindari fanatisme buta, agar tak gampang memvonis ijtihad dari seorang mujtahid.