Dari Sepang ke Mandalika: Tantangan Logistik Balap Mobil Internasional GT World Challenge Asia 2025
Tim langit 7
Sabtu, 12 April 2025 - 14:58 WIB
Dari Sepang ke Mandalika: Tantangan Logistik Balap Mobil Internasional GT World Challenge Asia 2025
Pertamina Mandalika International Circuit bersiap menyambut ajang GT World Challenge Asia 2025 yang akan digelar pada 9–11 Mei mendatang. Ini akan menjadi kali pertama sirkuit kebanggaan Indonesia menggelar balapan mobil internasional berstandar FIA.
Tahun ini, aspek logistik menjadi salah satu tantangan terbesar. Padatnya jadwal seri balapan menuntut proses pengiriman logistik yang terkoordinasi secara ekstra ketat. Usai berlaga di Sepang, Malaysia, para peserta akan langsung melanjutkan perjalanan ke Mandalika, Indonesia, sebelum bertolak ke Thailand dalam waktu yang relatif singkat.
Mike Zimmerman dari JAS Worldwide, mitra logistik GT World Challenge Asia 2025, menyampaikan, t
"Tahun ini jadwal logistik sangat padat. Hanya berselang tiga minggu kurang antara balapan di Mandalika dan venue berikutnya di Buriram, Thailand. Karena kompleksitas lokasi sehingga pengiriman Mandalika ke Surabaya memakan waktu, maka kami selaku agen logistik akan menggunakan kapal khusus (vessel charter) untuk memangkas waktu transit, dan memastikan seluruh kontainer tiba tepat waktu. Semua dokumen dan administrasi kepabeanan harus diproses dengan cepat dan tepat.” katanya.
Baca juga:Analisis semifinal ATP Monte Carlo 2025: Carlos Alcaraz diunggulkan Juara
Direktur Utama MGPA, Priandhi Satria, mengungkapkan, perpindahan logistik dari Sepang ke Mandalika, dan kemudian ke Thailand dalam waktu hanya beberapa hari adalah sebuah tantangan besar.
"Kami mengandalkan koordinasi erat antara tim balap, penyedia logistik, Sekdenas, Administrator KEK Mandalika, Bea Cukai Mataram, Bea Cukai Tanjung Perak, pihak pelabuhan, hingga dukungan penuh dari pemerintah daerah," terangnya.
Tahun ini, aspek logistik menjadi salah satu tantangan terbesar. Padatnya jadwal seri balapan menuntut proses pengiriman logistik yang terkoordinasi secara ekstra ketat. Usai berlaga di Sepang, Malaysia, para peserta akan langsung melanjutkan perjalanan ke Mandalika, Indonesia, sebelum bertolak ke Thailand dalam waktu yang relatif singkat.
Mike Zimmerman dari JAS Worldwide, mitra logistik GT World Challenge Asia 2025, menyampaikan, t
"Tahun ini jadwal logistik sangat padat. Hanya berselang tiga minggu kurang antara balapan di Mandalika dan venue berikutnya di Buriram, Thailand. Karena kompleksitas lokasi sehingga pengiriman Mandalika ke Surabaya memakan waktu, maka kami selaku agen logistik akan menggunakan kapal khusus (vessel charter) untuk memangkas waktu transit, dan memastikan seluruh kontainer tiba tepat waktu. Semua dokumen dan administrasi kepabeanan harus diproses dengan cepat dan tepat.” katanya.
Baca juga:Analisis semifinal ATP Monte Carlo 2025: Carlos Alcaraz diunggulkan Juara
Direktur Utama MGPA, Priandhi Satria, mengungkapkan, perpindahan logistik dari Sepang ke Mandalika, dan kemudian ke Thailand dalam waktu hanya beberapa hari adalah sebuah tantangan besar.
"Kami mengandalkan koordinasi erat antara tim balap, penyedia logistik, Sekdenas, Administrator KEK Mandalika, Bea Cukai Mataram, Bea Cukai Tanjung Perak, pihak pelabuhan, hingga dukungan penuh dari pemerintah daerah," terangnya.