LANGIT7.ID-Sleman; Ketua Majelis Syura Partai Ummat, Amien Rais, buka suara terkait pernyataan Menteri Komdigi, Meutya Hafid, yang menilai pernyataannya sebagai fitnah dan pembunuhan karakter. Alih-alih mundur, Amien justru mengambil posisi lebih tegas: siap bertempur di jalur hukum.
Pernyataan kontroversial Amien sebelumnya menyoroti dugaan kedekatan Presiden Prabowo Subianto dengan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Kini, Amien mengarahkan tantangannya secara spesifik kepada Teddy.
"Saya diberi tahu oleh para ahli hukum, Komdigi itu tidak berhak. Yang berhak adalah si Teddy. Nah, itu baru akan dibawa ke pengadilan," ujar Amien usai Munas Partai Ummat di Sleman, Minggu (3/5).
Dengan nada yakin, Amien bahkan siap menghadirkan ahli medis di persidangan.
"Di pengadilan saya akan yakin sekali. Saya minta beberapa dokter spesialis: apakah betul dia itu gay atau bukan. Nanti kita obrolkan lagi," tegasnya.
Di tengah tekanan dari pemerintah, Amien justru menyoroti pentingnya kebebasan berpendapat. Ia meyakini demokrasi hanya akan sehat jika rakyat tak dibungkam.
"Kebebasan mengeluarkan pendapat yang dijamin UUD jangan dibatasi, jangan diberangus," ujarnya.
Menurut Amien, perbedaan pendapat—termasuk yang berseberangan dengan penguasa—adalah hal biasa, asalkan menyangkut kepentingan bangsa.
Bermula dari Video yang DihilangkanKontroversi ini dipicu oleh video berdurasi 8 menit di kanal YouTube Amien berjudul "JAUHKAN ISTANA DARI SKANDAL MORAL". Namun, video tersebut kini sudah tak bisa diakses.
Sebelumnya, Menteri Komdigi Meutya Hafid melalui Instagram @kemkomdigi menyebut video itu penuh fitnah, pembunuhan karakter, dan ujaran kebencian. Menurutnya, narasi itu merendahkan martabat pemimpin tertinggi negara dan berpotensi memecah belah bangsa.
Komdigi pun mengancam akan mengambil langkah hukum berdasarkan UU ITE Nomor 1 Tahun 2024 Pasal 27A dan 28(2), baik terhadap pembuat maupun penyebar video tersebut.(*/saf)
(lam)