Ekonomi Tak Menentu, Pengamat: Masyarakat Sadar Investasi Jangka Panjang dengan Berburu Emas
Tim langit 7
Selasa, 15 April 2025 - 21:56 WIB
ilustrasi
Emas semakin menjadi primadona di tengah melejitnya harga logam mulia. Setelah Lebaran, masyarakat tampak berburu logam mulia dengan mendatangi toko-toko penjualan emas.
Analis Pasar Uang Ibrahim Assuaibi menyebut fenomena ini langka. Biasanya setelah Lebaran, masyarakat justru berbondong-bondong menjual atau menggadaikan perhiasan logam mulia namun tahun ini berbeda.
"Menurutnya, masyarakat kini sudah lebih sadar akan kondisi ekonomi global. Sosialisasi masif dari media tentang situasi ekonomi dan kenaikan harga emas turut memengaruhi perilaku masyarakat," kata Ibrahim kepada NU Online, Selasa (15/4/2025).
Selain itu, masyarakat juga memahami alasan di balik pentingnya membeli emas logam mulia di tengah ekonomi global sedang tidak stabil.
Baca juga:Dianggap sebagai Investasi Aman di Tengah Ketidakpastian, Masyarakat Ramai-ramai Borong Emas
Berkali-kali Presiden Prabowo menyatakan bahwa kondisi ekonomi terguncang akibat perang dagang, geopolitik, dan faktor lainnya.
"Ini yang membuat masyarakat fomo, ikut-ikut membeli walaupun harga emas dunia atau logam mulia saat ini sudah terlalu tinggi," ujarnya.
Analis Pasar Uang Ibrahim Assuaibi menyebut fenomena ini langka. Biasanya setelah Lebaran, masyarakat justru berbondong-bondong menjual atau menggadaikan perhiasan logam mulia namun tahun ini berbeda.
"Menurutnya, masyarakat kini sudah lebih sadar akan kondisi ekonomi global. Sosialisasi masif dari media tentang situasi ekonomi dan kenaikan harga emas turut memengaruhi perilaku masyarakat," kata Ibrahim kepada NU Online, Selasa (15/4/2025).
Selain itu, masyarakat juga memahami alasan di balik pentingnya membeli emas logam mulia di tengah ekonomi global sedang tidak stabil.
Baca juga:Dianggap sebagai Investasi Aman di Tengah Ketidakpastian, Masyarakat Ramai-ramai Borong Emas
Berkali-kali Presiden Prabowo menyatakan bahwa kondisi ekonomi terguncang akibat perang dagang, geopolitik, dan faktor lainnya.
"Ini yang membuat masyarakat fomo, ikut-ikut membeli walaupun harga emas dunia atau logam mulia saat ini sudah terlalu tinggi," ujarnya.