Menbud Apresiasi Pertunjukan Teater Imam Al-Bukhari dan Sukarno Sebagai Simbol Nyata Kolaborasi Indonesia-Uzbekistan
Tim langit 7
Rabu, 16 April 2025 - 10:33 WIB
Menbud Apresiasi Pertunjukan Teater Imam Al-Bukhari dan Sukarno Sebagai Simbol Nyata Kolaborasi Indonesia-Uzbekistan
LANGIT7.ID-Jakarta;Hubungan antara Indonesia dan Uzbekistan tidak hanya terjalin melalui kerja sama diplomatik, tetapi juga hubungan budaya dan historis yang kuat dan mengakar pada semangat saling menghormati, keterbukaan terhadap nilai-nilai luhur, dan komitmen terhadap pelestarian warisan intelektual Islam, termasuk Imam Al-Bukhari. Kedekatan ini tercermin dalam sejarah kunjungan Presiden Sukarno ke Uzbekistan dan keinginan beliau untuk berziarah ke makam Imam Al-Bukhari sebagai bentuk penghormatan terhadap sosok yang menjadi mercusuar ilmu pengetahuan Islam tersebut.
Dalam konteks kekinian, hubungan Indonesia dan Uzbekistan semakin berkembang melalui berbagai kerja sama di bidang kebudayaan, Pendidikan, dan keagamaan. Diplomasi budaya memainkan peran penting dalam memperkuat ikatan ini. Pertunjukan teater "Imam Al-Bukhari dan Sukarno" merupakan simbol nyata dari kolaborasi tersebut.
Baca juga: Menteri Kebudayaan Rusia Temui Menbud Fadli Zon Bahas Peluang Kolaborasi Kebudayaan
Pertunjukan teater "Imam Al-Bukhari dan Sukarno" mengisahkan pertemuan simbolik dua tokoh besar dari dua bangsa yang berbeda namun memiliki nilai-nilai perjuangan dan keilmuan yang selaras. Diprakarsai dan diproduksi oleh Yayasan Bumi Purnati dan Teater Katakkurgan dari Uzbekistan, pertunjukan ini tidak hanya menarasikan kedekatan historis, tetapi juga memperkuat jalinan kebudayaan melalui media seni.
Menteri Kebudayaan pada kesempatan malam ini mengatakan jika ini adalah sebuah pertunjukan yang luar biasa. Menurutnya ia sangat terkesan, karena ini merupakan satu jembatan bagi dua negara, Indonesia dan Uzbekistan. "Kunjungan historik Bung Karno pada bulan September tahun 1956 memang sebuah kunjungan yang luar biasa. Mudah mudahan konektivitas sekarang ini bisa menjadikan hubungan antara dua negara, khususnya juga budaya dan sejarah," harap dia, dalam keterangannya, Rabu (16/4/2025).
"Semoga kedepannya budaya dan sejarah bisa menjadi bagian dari upaya kita untuk menggali hubungan kita yang lebih jauh ke depan antara Indonesia dengan Uzbekistan. Terima kasih kepada seluruh hadirin dan terutama adalah para pelaku budaya kita yang telah memuntaskan dengan luar biasa," tutupnya.
Presiden ke-5 Republik Indonesia, yang juga merupakan putri dari Sukarno, Megawati Soekarnoputri, pada sambutannya menyampaikan acara malam ini bukan hanya sebuah pertunjukan, tapi juga sebuah jembatan sejarah dan perasaan kolaborasi para aktor, pengusik, penulis nafkah dan sutradara dari Indonesia dan Uzbekistan. Menurutnya ini adalah bentuk nyata dari persahabatan yang lahir dari penghormatan.
Dalam konteks kekinian, hubungan Indonesia dan Uzbekistan semakin berkembang melalui berbagai kerja sama di bidang kebudayaan, Pendidikan, dan keagamaan. Diplomasi budaya memainkan peran penting dalam memperkuat ikatan ini. Pertunjukan teater "Imam Al-Bukhari dan Sukarno" merupakan simbol nyata dari kolaborasi tersebut.
Baca juga: Menteri Kebudayaan Rusia Temui Menbud Fadli Zon Bahas Peluang Kolaborasi Kebudayaan
Pertunjukan teater "Imam Al-Bukhari dan Sukarno" mengisahkan pertemuan simbolik dua tokoh besar dari dua bangsa yang berbeda namun memiliki nilai-nilai perjuangan dan keilmuan yang selaras. Diprakarsai dan diproduksi oleh Yayasan Bumi Purnati dan Teater Katakkurgan dari Uzbekistan, pertunjukan ini tidak hanya menarasikan kedekatan historis, tetapi juga memperkuat jalinan kebudayaan melalui media seni.
Menteri Kebudayaan pada kesempatan malam ini mengatakan jika ini adalah sebuah pertunjukan yang luar biasa. Menurutnya ia sangat terkesan, karena ini merupakan satu jembatan bagi dua negara, Indonesia dan Uzbekistan. "Kunjungan historik Bung Karno pada bulan September tahun 1956 memang sebuah kunjungan yang luar biasa. Mudah mudahan konektivitas sekarang ini bisa menjadikan hubungan antara dua negara, khususnya juga budaya dan sejarah," harap dia, dalam keterangannya, Rabu (16/4/2025).
"Semoga kedepannya budaya dan sejarah bisa menjadi bagian dari upaya kita untuk menggali hubungan kita yang lebih jauh ke depan antara Indonesia dengan Uzbekistan. Terima kasih kepada seluruh hadirin dan terutama adalah para pelaku budaya kita yang telah memuntaskan dengan luar biasa," tutupnya.
Presiden ke-5 Republik Indonesia, yang juga merupakan putri dari Sukarno, Megawati Soekarnoputri, pada sambutannya menyampaikan acara malam ini bukan hanya sebuah pertunjukan, tapi juga sebuah jembatan sejarah dan perasaan kolaborasi para aktor, pengusik, penulis nafkah dan sutradara dari Indonesia dan Uzbekistan. Menurutnya ini adalah bentuk nyata dari persahabatan yang lahir dari penghormatan.