Isu Klaster PTM Terbatas Mencuat, Mendikbudristek Ingatkan Warning Loss
Garry Talentedo Kesawa
Selasa, 28 September 2021 - 13:51 WIB
Kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) hari pertama di SDN 11 Grogol Jakarta Barat, Senin (30/8). (Foto: Antara)
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) akhirnya angkat bicara mengenai isu klaster pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas yang saat ini beredar luas di masyarakat.
Nadiem meluruskan sejumlah kesalahpahaman terkait isu tersebut. Ia mengatakan bahwa miskonsepsi pertama ialah mengenai adanya klaster penularan akibat PTM terbatas yang mencapai 2,8% satuan pendidikan dalam satu bulan terakhir.
"2,8% itu adalah data kumulatif (sejak Juli 2020), bukan data per satu bulan," kata Nadiem seperti dikutip dari laman resmi Sekretariat Kabinet, Selasa (28/9).
Kedua, penularan Covid-19 belum tentu terjadi di satuan pendidikan. Nadiem menuturkan, jika persentase tersebut bukan data klaster, melainkan data jumlah sekolah yang melaporkan adanya warga sekolah yang pernah tertular Covid-19.
"2,8% dari sekolah yang dilaporkan oleh sekolahnya ada yang terkena Covid-19. Itu pun belum tentu mereka melaksanakan PTM," ujarnya.
Baca juga:Pemerintah Rancang Strategi Cegah Klaster PTM Terbatas di Sekolah
Ketiga, isu mengenai 15.000 murid dan tujuh ribu guru yang terkonfirmasi positif selama penyelenggaraan PTM terbatas. Menurutnya, data tersebut berasal dari satuan pendidikan yang belum diverifikasi.
Nadiem meluruskan sejumlah kesalahpahaman terkait isu tersebut. Ia mengatakan bahwa miskonsepsi pertama ialah mengenai adanya klaster penularan akibat PTM terbatas yang mencapai 2,8% satuan pendidikan dalam satu bulan terakhir.
"2,8% itu adalah data kumulatif (sejak Juli 2020), bukan data per satu bulan," kata Nadiem seperti dikutip dari laman resmi Sekretariat Kabinet, Selasa (28/9).
Kedua, penularan Covid-19 belum tentu terjadi di satuan pendidikan. Nadiem menuturkan, jika persentase tersebut bukan data klaster, melainkan data jumlah sekolah yang melaporkan adanya warga sekolah yang pernah tertular Covid-19.
"2,8% dari sekolah yang dilaporkan oleh sekolahnya ada yang terkena Covid-19. Itu pun belum tentu mereka melaksanakan PTM," ujarnya.
Baca juga:Pemerintah Rancang Strategi Cegah Klaster PTM Terbatas di Sekolah
Ketiga, isu mengenai 15.000 murid dan tujuh ribu guru yang terkonfirmasi positif selama penyelenggaraan PTM terbatas. Menurutnya, data tersebut berasal dari satuan pendidikan yang belum diverifikasi.