Sempat Jadi Ojek Payung, Muslim Ini Sukses Usaha Donat
Mahmuda attar hussein
Selasa, 28 September 2021 - 14:01 WIB
Ilustrasi bisnis donat milik Muhammad Nurhayani. Foto: Langit/Istock
Siapa yang tidak suka donat? Kudapan berbentuk bulat dengan tengahnya yang bolong ini diminati oleh banyak kalangan.
Rasa manisnya, menjadikan donat seringkali menjadi pendamping berbagai jenis minuman. Selain itu, masyarakat Indonesia terbilang suka menyantap camilan ini menjadikan donat cukup diminati hingga saat ini.
Melihat kondisi itu, muslim asal Yogyakarta, Muhammad Nurhayani, memilih untuk berwirausaha di bidang kuliner dengan memproduksi dan menjual donat. Nurhayani sudah menjajakan donat saat masih duduk di bangku kuliah. Namun, kala itu bukan donut produksinya sendiri, melainkan ia membeli langsung di pasar dan menjualnya kembali.
Dengan modal per donatnya Rp400, ia menjualnya kembali seharga Rp1000. Margin lebih dari 100 persen itu, membuatnya tertarik untuk menjadi memproduksi donatnya sendiri.
“Jadi saat saya menikah pada 2004, saya mulai usaha donat ini. Awalnya saya pemasaran donat yang saya rintis ini dengan cara dititipkan ke warung yang ada,” katanya dikanal Youtube Punca Media.
Baca juga:BSI Dukung Pengembangan Pasar Syariah Lewat Pemberdayaan Nasabah
Seiring perkembangannya, pada 2012 ia mulai memberikan brand menjadi Djoragan Donat yang masih tetap eksis hingga saat ini. Saat mematenkan nama Djoragan Donat itu pula, ia mulai melakukan penjualan dengan cara melapak di depan sebuah minimarket.
Rasa manisnya, menjadikan donat seringkali menjadi pendamping berbagai jenis minuman. Selain itu, masyarakat Indonesia terbilang suka menyantap camilan ini menjadikan donat cukup diminati hingga saat ini.
Melihat kondisi itu, muslim asal Yogyakarta, Muhammad Nurhayani, memilih untuk berwirausaha di bidang kuliner dengan memproduksi dan menjual donat. Nurhayani sudah menjajakan donat saat masih duduk di bangku kuliah. Namun, kala itu bukan donut produksinya sendiri, melainkan ia membeli langsung di pasar dan menjualnya kembali.
Dengan modal per donatnya Rp400, ia menjualnya kembali seharga Rp1000. Margin lebih dari 100 persen itu, membuatnya tertarik untuk menjadi memproduksi donatnya sendiri.
“Jadi saat saya menikah pada 2004, saya mulai usaha donat ini. Awalnya saya pemasaran donat yang saya rintis ini dengan cara dititipkan ke warung yang ada,” katanya dikanal Youtube Punca Media.
Baca juga:BSI Dukung Pengembangan Pasar Syariah Lewat Pemberdayaan Nasabah
Seiring perkembangannya, pada 2012 ia mulai memberikan brand menjadi Djoragan Donat yang masih tetap eksis hingga saat ini. Saat mematenkan nama Djoragan Donat itu pula, ia mulai melakukan penjualan dengan cara melapak di depan sebuah minimarket.