Ibtihaj Muhammad, Atlet Anggar Amerika Pertama yang Kenakan Hijab di Olimpiade
Garry Talentedo Kesawa
Selasa, 28 September 2021 - 13:50 WIB
Ibtihaj Muhammad (foto: Charlotte Observer)
Ibtihaj Muhammad merupakan seorang atlet anggar Muslim asal Amerika Serikat yang telah mencuri perhatian pada Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro, Brazil. Pasalnya, ia bertanding mengenakan hijab saat membela negaranya.
Ibtihaj lahir di Maplewood, New Jersey, 12 April 1985. Ia adalah anak perempuan dari pasangan Eugene Muhammad dan Denise Garner. Ibtihaj juga memiliki lima orang saudara.
Sejak usia 13 tahun, dia sudah menekuni permainan anggar. Ibtihaj bercita-cita menjadi atlet Amerika pertama yang berkompetisi di Olimpiade mengenakan hijab.
Menurut ayahnya, Anggar adalah suatu olahraga yang dengan unik mengakomodasi agamanya. Seorang atlet anggar harus menggunakan penutup untuk seluruh badannya. Sang ibu pun juga menganjurkannya untuk mengambil cabang olahraga anggar.
"Karena semuanya tertutup, ibuku menyarankan agar aku mencobanya. Sebagai seorang wanita Muslim, olahraga itu sesuatu yang bisa disesuaikan. Agama saya mengharuskan tubuh saya tertutup sepenuhnya dan anggar memberikan hal itu," kata Ibtihaj dilansir dari laman Achieve.
Ibtihaj menamatkan kuliahnya di Duke University pada tahun 2007 pada program studi International Relations, dan African and African American studies. Selain anggar, ia juga meminati fotografi dan travelling.
Ibtihaj berhasil menyabet juara nasional di tahun 2009 dan 2017. Ia kemudian masuk Tim Nasional (Timnas) anggar AS pada 2011 (hingga 2017) dan menorehkan medali pertamanya, yang disusul tahun 2012, 2013, dan 2015.
Ibtihaj lahir di Maplewood, New Jersey, 12 April 1985. Ia adalah anak perempuan dari pasangan Eugene Muhammad dan Denise Garner. Ibtihaj juga memiliki lima orang saudara.
Sejak usia 13 tahun, dia sudah menekuni permainan anggar. Ibtihaj bercita-cita menjadi atlet Amerika pertama yang berkompetisi di Olimpiade mengenakan hijab.
Menurut ayahnya, Anggar adalah suatu olahraga yang dengan unik mengakomodasi agamanya. Seorang atlet anggar harus menggunakan penutup untuk seluruh badannya. Sang ibu pun juga menganjurkannya untuk mengambil cabang olahraga anggar.
"Karena semuanya tertutup, ibuku menyarankan agar aku mencobanya. Sebagai seorang wanita Muslim, olahraga itu sesuatu yang bisa disesuaikan. Agama saya mengharuskan tubuh saya tertutup sepenuhnya dan anggar memberikan hal itu," kata Ibtihaj dilansir dari laman Achieve.
Ibtihaj menamatkan kuliahnya di Duke University pada tahun 2007 pada program studi International Relations, dan African and African American studies. Selain anggar, ia juga meminati fotografi dan travelling.
Ibtihaj berhasil menyabet juara nasional di tahun 2009 dan 2017. Ia kemudian masuk Tim Nasional (Timnas) anggar AS pada 2011 (hingga 2017) dan menorehkan medali pertamanya, yang disusul tahun 2012, 2013, dan 2015.