home global news

Kementerian Budaya dan PPPA Teken Nota Kesepahaman, Sepakat Bangun Budaya Inklusif untuk Perempuan dan Anak

Senin, 21 April 2025 - 20:05 WIB
Kementerian Budaya dan PPPA Teken Nota Kesepahaman, Sepakat Bangun Budaya Inklusif untuk Perempuan dan Anak
LANGIT7.ID-Jakarta;Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon menandatangani Nota Kesepahaman bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPPA) tentang Penguatan Pengarusutamaan Gender, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak dalam Kebudayaan. Penandatanganan dilakukan di Aula R.A. Kartini, Kantor Kementerian PPPA.

Nota Kesepahaman antara dua kementerian ini mencakup: Sinergi kebijakan dan implementasi program kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan, dan perlindungan anak dalam kebudayaan; Penyusunan dan penyebarluasan bahan komunikasi, informasi, dan edukasi terkait pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak dalam kebudayaan; Peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam pengarusutamaan gender, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di bidang kebudayaan; Penyelenggaraan edukasi, kampanye publik, dan/atau festival kebudayaan terkait kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan, dan perlindungan anak melalui berbagai medium seni dan warisan budaya; dan Penyediaan, pemanfaatan, dan pertukaran data dan/atau informasi.

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, mengapresiasi dan mendukung adanya kolaborasi yang terjalin antara Kementerian Kebudayaan dengan Kementerian PPPA. Dalam sambutannya, Menteri Fadli menyebutkan bahwa kebudayaan memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk nilai-nilai masyarakat termasuk kesetaraan gender dan perlindungan anak.

Baca juga: Kementerian Kebudayaan Berikan Anugerah Pradana Nitya Budaya untuk Anjungan Daerah Terbaik TMII

“Hal ini dilatarbelakangi adanya kondisi semakin kompleksnya dinamika sosial di era globalisasi digital yang berpengaruh pada sikap pola pikir dan ekspresi berbagai aspek kehidupan. Melalui pendekatan budaya, kita dapat menanamkan pemahaman yang lebih baik tentang hak-hak perempuan dan anak sejak dini”, ucapnya, Senin (21/4/2025).

Kementerian Kebudayaan menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan keadilan narasi bagi perempuan, anak-anak, dan komunitas yang selama ini termarjinalkan dalam lanskap kebudayaan nasional. Langkah ini ditegaskan sebagai bagian dari upaya membangun pemahaman budaya yang lebih adil dan inklusif.

"Kami berkomitmen memberi ruang bagi narasi-narasi perempuan, pengalaman anak-anak, dan cara-cara hidup yang selama ini dianggap pinggiran," ujar Menbud Fadli.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya