Bantuan Palestina Terkendala, PBB Turun Tangan Langsung
Nabil
Kamis, 24 April 2025 - 07:03 WIB
Bantuan Palestina Terkendala, PBB Turun Tangan Langsung
LANGIT7.ID-Jakarta;Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Selasa (23/4) menunjuk seorang utusan khusus untuk melakukan "penilaian strategis" terhadap badan PBB yang bertugas menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina, menurut juru bicara resmi PBB.
Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, menunjuk Ian Martin asal Inggris untuk mengkaji kembali kinerja UNRWA — badan PBB yang menangani pengungsi Palestina — guna menilai berbagai tantangan politik, keuangan, hingga keamanan yang sedang dihadapi lembaga tersebut.
UNRWA dikenal sebagai tulang punggung bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina yang hidup dalam situasi penuh krisis. Tapi sejak serangan Hamas ke wilayah Israel pada 7 Oktober 2023 dan konflik dahsyat di Gaza setelahnya, badan ini dihantam kritik dan tuduhan keras dari Israel.
Pada akhir Januari lalu, Israel secara resmi memutus seluruh hubungan dengan UNRWA. Pemerintah Israel juga menuding 19 dari total 13.000 staf UNRWA di Gaza terlibat langsung dalam serangan 7 Oktober.
"Kami ingin melihat bagaimana UNRWA bisa tetap maksimal memberikan layanan bagi pengungsi Palestina di tengah situasi yang sangat kompleks seperti sekarang. Komunitas yang mereka layani memang pantas mendapatkan bantuan dari badan yang bisa bekerja sebaik mungkin," kata juru bicara PBB, Stephane Dujarric, kepada wartawan.
Penilaian ini dilakukan dalam kerangka inisiatif UN80 yang diluncurkan bulan lalu, sebagai upaya mengatasi krisis keuangan kronis yang semakin memburuk akibat pemotongan anggaran bantuan luar negeri oleh pemerintah AS.
Meski tidak semua badan PBB akan ditinjau lewat penilaian strategis ini, Dujarric menegaskan bahwa operasi UNRWA di Gaza memang bersifat khusus dan unik.
Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, menunjuk Ian Martin asal Inggris untuk mengkaji kembali kinerja UNRWA — badan PBB yang menangani pengungsi Palestina — guna menilai berbagai tantangan politik, keuangan, hingga keamanan yang sedang dihadapi lembaga tersebut.
UNRWA dikenal sebagai tulang punggung bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina yang hidup dalam situasi penuh krisis. Tapi sejak serangan Hamas ke wilayah Israel pada 7 Oktober 2023 dan konflik dahsyat di Gaza setelahnya, badan ini dihantam kritik dan tuduhan keras dari Israel.
Pada akhir Januari lalu, Israel secara resmi memutus seluruh hubungan dengan UNRWA. Pemerintah Israel juga menuding 19 dari total 13.000 staf UNRWA di Gaza terlibat langsung dalam serangan 7 Oktober.
"Kami ingin melihat bagaimana UNRWA bisa tetap maksimal memberikan layanan bagi pengungsi Palestina di tengah situasi yang sangat kompleks seperti sekarang. Komunitas yang mereka layani memang pantas mendapatkan bantuan dari badan yang bisa bekerja sebaik mungkin," kata juru bicara PBB, Stephane Dujarric, kepada wartawan.
Penilaian ini dilakukan dalam kerangka inisiatif UN80 yang diluncurkan bulan lalu, sebagai upaya mengatasi krisis keuangan kronis yang semakin memburuk akibat pemotongan anggaran bantuan luar negeri oleh pemerintah AS.
Meski tidak semua badan PBB akan ditinjau lewat penilaian strategis ini, Dujarric menegaskan bahwa operasi UNRWA di Gaza memang bersifat khusus dan unik.