Dukung Keuangan Syariah, Erick Thohir: Pemerintah Dorong BSI Pemain Global
Mahmuda attar hussein
Selasa, 28 September 2021 - 16:47 WIB
Menteri BUMN, Erick Thohir dalam sebuh webinar. Foto: Langit7/Istock
Menteri BUMN, Erick Thohir menyebutkan Indonesia meraih capaian yang baik dalam mendukung pertumbuhan UMKM dan keuangan syariah. Di mana merger Bank Syariah Indonesia (BSI) menjadikannya sebagai Bank BUMN Syariah terbesar di Indonesia dengan daya saing global.
“Ini tentu sebagai alternatif daripada ekonomi syariah. Bahkan, saat ini telah masuk ke ekosistem yang persaingannya cukup berat dan terbuka, yaitu industri perbankan,” jelasnya.
Baca juga:BSI Dukung Pengembangan Pasar Syariah Lewat Pemberdayaan Nasabah
BSI disebutkan menjadi bank ke-7 terbesar di Indonesia dengan total aset mencapai Rp240 triliun. Hal ini akan menjadi salah satu akses pendanaan untuk ummat.
“Kita dorong BSI nantinya agar bisa menjadi pemain global, karena banyak akses yang bisa kita lakukan nantinya, seperti melalui sukuk dan lainnya,” jelas Erick.
Transformasi BUMN ini, lanjut Erick, dilakukan demi mendukung dan fokus dalam memperbaiki kinerja dan memperkuat cashflow perusahaan melalui implementasi operational exellence.
Lebih lanjut, Erick menyebutkan, dengan terdampaknya 87,5 persen UMKM akibat pandemi Covid-19, pihaknya akan mendorong para pelaku UMKM untuk turut bertransformasi digital. Sebab, sektor UMKM yang didukung digitalisasi mampu bertumbuh di masa pandemi sekali pun.
“Ini tentu sebagai alternatif daripada ekonomi syariah. Bahkan, saat ini telah masuk ke ekosistem yang persaingannya cukup berat dan terbuka, yaitu industri perbankan,” jelasnya.
Baca juga:BSI Dukung Pengembangan Pasar Syariah Lewat Pemberdayaan Nasabah
BSI disebutkan menjadi bank ke-7 terbesar di Indonesia dengan total aset mencapai Rp240 triliun. Hal ini akan menjadi salah satu akses pendanaan untuk ummat.
“Kita dorong BSI nantinya agar bisa menjadi pemain global, karena banyak akses yang bisa kita lakukan nantinya, seperti melalui sukuk dan lainnya,” jelas Erick.
Transformasi BUMN ini, lanjut Erick, dilakukan demi mendukung dan fokus dalam memperbaiki kinerja dan memperkuat cashflow perusahaan melalui implementasi operational exellence.
Lebih lanjut, Erick menyebutkan, dengan terdampaknya 87,5 persen UMKM akibat pandemi Covid-19, pihaknya akan mendorong para pelaku UMKM untuk turut bertransformasi digital. Sebab, sektor UMKM yang didukung digitalisasi mampu bertumbuh di masa pandemi sekali pun.