Pengajian Strategis Industri Halal ISNU Jatim, Begini Pesan-Pesan Penting Babe Haikal
Tim langit 7
Senin, 28 April 2025 - 16:50 WIB
Kepala BPJPH Haikal Hassan hadir secara daring dalam Pengajian Strategis dan Halal Bihalal digelar Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jawa Timur,
Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), mengakui peran Nahdlatul Ulama mendukung arah kebijakan nasional terkait industri halal, dan mengidentifikasi strategi pembangunan industri halal di daerah, khususnya Jawa Timur.
"Nahdlatul Ulama berperan aktif dalam masalah produk-produk industri halal. Karena itu, saya mengucapkan terima kasih pada ISNU tidak hadir secara langsung tapi melalui daring. Saya kebetulan di Bali bersama Muslimat NU dan Fatayat NU, terkait dengan arah kebijakan industri halal di provinsi ini," tutur Kepala BPJPH Haikal Hassan dalam Pengajian Strategis dan Halal Bihalal digelar Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jawa Timur, Minggu, 27 April 2025.
Kegiatan yang digelar ISNU Jatim, menghadirkan sejumlah tokoh. Di antaranya, Wakil Menteri Perindustrian H Faisol Riza, Prof M Mas'ud Said (PP ISNU), Prof KH M Afif Hasbullah (Ketua Plt ISNU Jatim), Prof Zumrotul Mukaffa (UINSA), Prof Umi Sumbulah (UIN Maliki), dan sekitar 250 aktivis ISNU se-Jatim, yang hadir hibrid dalam forum tersebut.
Dari jajaran PWNU Jatim, hadir Dr Ir H Mohamad Koderi (Wakil Sekretaris PWNU Jatim) dan KH Ahsanul Haq (Katib Syuriah PWNU Jatim. Tampak pula Prof M. Mashuri (ITS) dan sejumlah tokoh lainnya dari pelbagai perguruan tinggi di Jatim.
Dijelaskan Haikal Hassan, pihaknya telah bertemu dengan KH Yahya Cholil Staqut (Ketua Umum PBNU) dan KH Said Aqil Siroj (Mantan Ketua Umum PBNU) guna membahas persoalan produk-produk industri halal.
Baca juga:MUI Desak Pemerintah Tingkatkan Pengawasan Produk Berlabel Halal
"Sebagai organisasi yang menaungi sebagian besar umat Islam di Indonesia, dukungan NU atas kebijakan idustri halal sangat diperlukan untuk memberi kesadaran kepada masyarakat secara luas," tutur Haikal Hassan, yang hadir secara daring, diikuti sejumlah cabang yang bisa hadir di lokasi kegiatan, dipandu Siti Nur Husnul Y, didampingi Mochammad Solikudin (Bank Jatim Syariah) dan Prof Setiawan (ITS).
"Nahdlatul Ulama berperan aktif dalam masalah produk-produk industri halal. Karena itu, saya mengucapkan terima kasih pada ISNU tidak hadir secara langsung tapi melalui daring. Saya kebetulan di Bali bersama Muslimat NU dan Fatayat NU, terkait dengan arah kebijakan industri halal di provinsi ini," tutur Kepala BPJPH Haikal Hassan dalam Pengajian Strategis dan Halal Bihalal digelar Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jawa Timur, Minggu, 27 April 2025.
Kegiatan yang digelar ISNU Jatim, menghadirkan sejumlah tokoh. Di antaranya, Wakil Menteri Perindustrian H Faisol Riza, Prof M Mas'ud Said (PP ISNU), Prof KH M Afif Hasbullah (Ketua Plt ISNU Jatim), Prof Zumrotul Mukaffa (UINSA), Prof Umi Sumbulah (UIN Maliki), dan sekitar 250 aktivis ISNU se-Jatim, yang hadir hibrid dalam forum tersebut.
Dari jajaran PWNU Jatim, hadir Dr Ir H Mohamad Koderi (Wakil Sekretaris PWNU Jatim) dan KH Ahsanul Haq (Katib Syuriah PWNU Jatim. Tampak pula Prof M. Mashuri (ITS) dan sejumlah tokoh lainnya dari pelbagai perguruan tinggi di Jatim.
Dijelaskan Haikal Hassan, pihaknya telah bertemu dengan KH Yahya Cholil Staqut (Ketua Umum PBNU) dan KH Said Aqil Siroj (Mantan Ketua Umum PBNU) guna membahas persoalan produk-produk industri halal.
Baca juga:MUI Desak Pemerintah Tingkatkan Pengawasan Produk Berlabel Halal
"Sebagai organisasi yang menaungi sebagian besar umat Islam di Indonesia, dukungan NU atas kebijakan idustri halal sangat diperlukan untuk memberi kesadaran kepada masyarakat secara luas," tutur Haikal Hassan, yang hadir secara daring, diikuti sejumlah cabang yang bisa hadir di lokasi kegiatan, dipandu Siti Nur Husnul Y, didampingi Mochammad Solikudin (Bank Jatim Syariah) dan Prof Setiawan (ITS).