home global news

Tantangan Berat Pendidikan Berhadapan dengan Disrupsi Teknologi

Kamis, 01 Mei 2025 - 08:59 WIB
Tantangan Berat Pendidikan Berhadapan dengan Disrupsi Teknologi
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengatakan tantangan dalma bidang pendidikan ke depan akan jauh lebih sulit, sebab berhadapan dengan disrupsi teknologi.

Menurutnya, digitalisasi memang bisa membantu dunia pendidikan dalam berbagai hal namun di sisi lain juga mendatangkan masalah.

"Seperti konsentrasi siswa menurun ketika terus-menerus memanfaatkan smartphone, critical thinking tidak mudah untuk tumbuh karena kemudian semuanya sudah diberi asupan oleh media digital. Karena itu digitalisasi harus dikawal secara hati-hati, apalagi sekarang muncul Artificial Intelligence," ujar Pratikno di acara Konsolidasi Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah (Konsolnas Dikdasmen) 2025 di Gedung PPSDM Kemendikdasmen, Depok, Jawa Barat, Selasa (29/4).

Bagaimanapun, lanjutnya, dunia pendidikan harus tetap memanfaatkan perkembangan teknologi sebagai alat, sebagai mitra cerdas yang harus tetap dikendalikan oleh manusia, bukan mengambil alih nalar. Karena itu pendidikan harus kuat dalam membangun nalar untuk menghadapi informasi dengan teknologi yang begitu banyak dan tidak netral.

"Bapak Ibu, di dunia pendidikan dasar harus mengajari critical thinking supaya tidak mudah tertipu oleh informasi yang diberikan oleh teknologi, karena teknologi bisa tidak netral. AI akan menjawab sesuai dengan asupan data yang diberikan, media digital akan memberikan informasi sesuai dengan algoritma yang dirancang," urainya lebih lanjut.

Konsolidasi Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah (Konsolnas Dikdasmen) 2025 diselenggarakan setelah beberapa tahun terhenti. Berlangsung dari 28 sampai 30 April 2025 di Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia Kemendikdasmen.

Konsolnas diikuti jajaran Kepala Dinas jajaran Kemendikdasmen tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota, juga seluruh pemangku kepentingan pendidikan, baik di tingkat pusat maupun daerah, mitra pembangunan, sektor swasta, hingga komunitas masyarakat bidang pendidikan.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya