LANGIT7.ID-Jakarta; Ketua Umum PP Wanita Islam, Dra. Hj. Musthofa, M.Pd menegaskan bahwa Milad ke-64 Wanita Islam bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan momentum refleksi atas perjalanan panjang perjuangan organisasi dalam membangun umat.
Dalam pidato resminya yang disampaikan di Jakarta pada 29 April 2026 atau 01 Dzulqo’dah 1447 H, ia menyebut bahwa 64 tahun adalah jejak penuh pengorbanan, doa, dan kontribusi nyata yang terus mengalir. Wanita Islam disebutnya bukan hanya organisasi, tetapi rumah besar umat yang menghimpun kekuatan dan menjadi cahaya bagi masyarakat.
“Kita berdiri, bukan hanya untuk merayakan, tapi untuk bertanya pada diri kita, sudah sejauh mana Wanita Islam berkontribusi untuk umat ini?” ujar Musthofa dalam keterangan resmi, Minggu (3/5/2026).
Ia juga menyapa seluruh jajaran organisasi mulai dari Majlis Pertimbangan, Majlis Hikmah, Pimpinan Pusat, wilayah, daerah, cabang hingga ranting, serta seluruh anggota dan simpatisan Wanita Islam.
Dalam pesannya, Musthofa menekankan bahwa peradaban besar lahir dari rumah, dari rahim seorang ibu, dan dari didikan perempuan. Ia mengingatkan pentingnya menjaga keluarga sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. At-Tahrim ayat 6:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا
“Jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka…”
Menurutnya, tantangan zaman saat ini semakin kompleks, terutama di era digital yang tanpa batas, yang berpotensi merusak akidah, akhlak, dan masa depan anak-anak jika tidak diawasi dengan baik.
“Ibu-ibu, sudahkah rumah kita menjadi tempat lahirnya generasi yang kuat?” tegasnya.
Ia menekankan bahwa perempuan memiliki peran strategis sebagai penjaga iman, pendidik utama, sekaligus benteng terakhir keluarga.
Selain itu, Musthofa juga menyoroti persoalan ekonomi yang menjadi salah satu faktor rapuhnya keluarga saat ini. Ia menyebut bahwa perempuan tidak cukup hanya bersabar, tetapi juga harus berdaya secara ekonomi.
Dalam konteks ini, ia mencontohkan sosok Khadijah radhiyallahu ‘anha sebagai perempuan pengusaha yang mendukung dakwah Rasulullah SAW. Ia juga mengutip firman Allah SWT dalam QS. Al-Mulk ayat 15:
فَامْشُوا فِي مَنَاكِبِهَا وَكُلُوا مِن رِّزْقِهِ
“Berjalanlah di muka bumi dan carilah rezeki-Nya…”
Menurutnya, Islam tidak melarang perempuan untuk berkarya di sektor publik, baik sebagai pendidik, tenaga kesehatan, politisi, maupun pengusaha, termasuk mengembangkan usaha berbasis rumah tangga dan UMKM, selama tetap dalam koridor syariat.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap aktivitas ekonomi harus diniatkan karena Allah, serta menjunjung nilai halal dan keberkahan, bukan sekadar keuntungan semata.
Lebih jauh, Musthofa menegaskan pentingnya kontribusi sosial. Ia mengutip prinsip bahwa sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi sesama, dan menyebut bahwa Wanita Islam sejak awal telah aktif dalam kegiatan dakwah, pendidikan, hingga pemberdayaan masyarakat.
Namun, ia menilai tantangan saat ini menuntut peran yang lebih besar dari perempuan.
Wanita Islam, menurutnya, harus menjadi sosok yang berani tampil, cerdas berpikir, kuat iman, dan luas manfaatnya. Hal ini sejalan dengan firman Allah SWT dalam QS. Al-Maidah ayat 2:
وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى
“…Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan taqwa.”
Momentum Milad ke-64 ini, lanjutnya, merupakan panggilan untuk bangkit, berubah, dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi umat.
Pada bagian penutup, ia mengajak seluruh anggota Wanita Islam untuk membangun keluarga yang kokoh, ekonomi yang mandiri, dan umat yang berdaya. Ia juga mengutip QS. At-Talaq ayat 3:
وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ
“Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya…”
Ia berharap setiap langkah Wanita Islam bernilai ibadah, setiap perjuangan menjadi dakwah, dan setiap kebaikan menjadi cahaya bagi umat.
Dengan semangat “Berdaya, Bermanfaat, Bermartabat”, Wanita Islam di usia ke-64 diharapkan semakin istiqomah, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta berperan dalam mewujudkan masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera.
(lam)