home edukasi & pesantren

Kematian Menimbulkan Kecemasan bagi Mereka yang Memandang Hidup Hanya Sekali

Sabtu, 03 Mei 2025 - 17:05 WIB
Hubungan antara yang hidup dan yang telah meninggal amat berakar pada jiwa manusia. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID-Secara umum dapat dikatakan bahwa pembicaraan tentang kematian bukan sesuatu yang menyenangkan. Namun manusia bahkan ingin hidup seribu tahun lagi. Ini, tentu saja bukan hanya ucapan Chairil Anwar, tetapi Al-Quran pun melukiskan keinginan sekelompok manusia untuk hidup selama itu (baca surat Al-Baqarah [2]: 96).

Iblis berhasil merayu Adam dan Hawa melalui "pintu" keinginan untuk hidup kekal selama-lamanya. "Maukah engkau kutunjukkan pohon kekekalan (hidup) dan kekuasaan yang tidak akan lapuk?" (QS Thaha [20]: 120).



Prof Dr M Quraish Shihab dalam bukunya berjual "Wawasan Al-Quran" mengatakan banyak faktor yang membuat seseorang enggan mati.

"Ada orang yang enggan mati karena ia tidak mengetahui apa yang akan dihadapinya setelah kematian; mungkin juga karena menduga bahwa yang dimiliki sekarang lebih baik dari yang akan didapati nanti. Atau mungkin juga karena membayangkan betapa sulit dan pedih pengalaman mati dan sesudah mati. Atau mungkin karena khawatir memikirkan dan prihatin terhadap keluarga yang ditinggalkan, atau karena tidak mengetahui makna hidup dan mati, dan lain sebagainya, sehingga semuanya merasa cemas dan takut menghadapi kematian," ujar Quraish Shihab.



Dari sini lahir pandangan-pandangan optimistis dan pesimistis terhadap kematian dan kehidupan, bahkan dari kalangan para pemikir sekalipun.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya