Pensiun 22 Tahun Lalu Tanpa Rencana Tabungan, Sekarang Memiliki Rp19,5 miliar. Stres memikirkan masa pensiun tidak worth it.
Tim langit 7
Selasa, 06 Mei 2025 - 07:12 WIB
Pensiun 22 Tahun Lalu Tanpa Rencana Tabungan, Sekarang Memiliki Rp19,5 miliar. Stres memikirkan masa pensiun tidak worth it.
LANGIT7.ID-US; Esai ini berdasarkan percakapan dengan Rich Colorado (87 tahun) yang pensiun tepat di ulang tahunnya yang ke-65. Colorado mengaku tidak pernah berinvestasi saham atau merencanakan masa pensiun, tapi tetap hidup hemat hingga kini memiliki lebih dari Rp19,5 miliar. Ia masih bermain bowling tiga kali seminggu dan mengajar catur di kota tempat tinggalnya di California. Wawancara ini telah disunting untuk kepentingan panjang dan kejelasan.
Saya tidak pernah berinvestasi saham. Uang saya selalu saya simpan dalam deposito dengan bunga 4-5%. Uang itu terus bertumbuh tanpa usaha. Sungguh menakjubkan bisa memiliki sebanyak ini padahal tidak pernah merencanakannya. Sekitar Rp11,25 miliar saya simpan dalam bentuk tunai, sementara rumah saya bernilai Rp9 miliar.
Saya berasal dari El Salvador dan pindah ke AS tahun 1946. Pekerjaan tetap pertama saya adalah di tempat bowling pada 1958. Saya tidak kuliah. Selama 17 tahun, saya bekerja di industri bowling. Suatu hari, tempat kerja saya tiba-tiba dikunci karena gagal bayar pajak, sehingga saya kehilangan pekerjaan itu.
Saya membesarkan empat putra bersama istri yang bekerja 41 tahun di Santa Rosa City Schools.
Pekerjaan berikutnya saya selama 27 tahun adalah sebagai teknisi timbangan. Saya belajar sendiri karena punya dasar mekanik dan kemampuan analitis. Saya langsung datang ke kantor dan menyatakan ingin bekerja. Mereka memanggil saya untuk masa percobaan dua minggu—dan akhirnya saya dipertahankan.
Awalnya saya bekerja sebagai reparator Kitchenaid, lalu beralih ke perbaikan mesin di supermarket. Akhirnya saya menjadi teknisi timbangan dan mengambil kelas elektronik untuk peralatan timbangan.
Saya pensiun tahun 2002. Sehari sebelum ulang tahun ke-65, bos memanggil saya dan mengatakan posisi saya dihapus karena timbangan jarang rusak sekarang. Sesampainya di rumah, saya mengetik surat pensiun dan menyerahkannya keesokan harinya.
Saya tidak pernah berinvestasi saham. Uang saya selalu saya simpan dalam deposito dengan bunga 4-5%. Uang itu terus bertumbuh tanpa usaha. Sungguh menakjubkan bisa memiliki sebanyak ini padahal tidak pernah merencanakannya. Sekitar Rp11,25 miliar saya simpan dalam bentuk tunai, sementara rumah saya bernilai Rp9 miliar.
Saya berasal dari El Salvador dan pindah ke AS tahun 1946. Pekerjaan tetap pertama saya adalah di tempat bowling pada 1958. Saya tidak kuliah. Selama 17 tahun, saya bekerja di industri bowling. Suatu hari, tempat kerja saya tiba-tiba dikunci karena gagal bayar pajak, sehingga saya kehilangan pekerjaan itu.
Saya membesarkan empat putra bersama istri yang bekerja 41 tahun di Santa Rosa City Schools.
Pekerjaan berikutnya saya selama 27 tahun adalah sebagai teknisi timbangan. Saya belajar sendiri karena punya dasar mekanik dan kemampuan analitis. Saya langsung datang ke kantor dan menyatakan ingin bekerja. Mereka memanggil saya untuk masa percobaan dua minggu—dan akhirnya saya dipertahankan.
Awalnya saya bekerja sebagai reparator Kitchenaid, lalu beralih ke perbaikan mesin di supermarket. Akhirnya saya menjadi teknisi timbangan dan mengambil kelas elektronik untuk peralatan timbangan.
Saya pensiun tahun 2002. Sehari sebelum ulang tahun ke-65, bos memanggil saya dan mengatakan posisi saya dihapus karena timbangan jarang rusak sekarang. Sesampainya di rumah, saya mengetik surat pensiun dan menyerahkannya keesokan harinya.