Punya Kontribusi Besar, Pemerintah Komit Bantu UMKM untuk Pemulihan Ekonomi Nasional
Mahmuda attar hussein
Rabu, 29 September 2021 - 13:15 WIB
Ilustrasi pelaku UMKM. Foto: Langit7/Istock
UMKM memiliki peran penting dalam mendorong pemulihan ekonomi nasional. Sektor ini penyumbang terbesar terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional.
Melihat fakta itu, pemerintah berkomitmen mendukung UMKM mampu bertahan, berkembang, dan bertumbuh di tengah tantangan pandemi dan transformasi melalui Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).
“Alokasi anggaran yang disediakan untuk klaster Dukungan UMKM adalah sebesar Rp95,87 triliun,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dikutip dari keterangan tertulisnya, Rabu (29/09).
Baca juga:Unik, Peternakan Domba Kontes Lokaliti Banjarnegara
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan berbagai program pendukung lainnya, seperti subsidi bunga dan penempatan dana pemerintah pada bank umum mitra. Hal itu dilakukan guna mendukung perluasan kredit modal kerja dan restrukturisasi kredit UMKM, penjaminan kredit modal kerja UMKM, Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM), Bantuan Tunai untuk PKL dan Warung (BT-PKLW), dan insentif PPh Final UMKM Ditanggung Pemerintah.
“Berbagai program tersebut ditujukan untuk meringankan dampak pandemi terhadap UMKM melalui program bantuan dari sisi permodalan,” kata Airlangga.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun lalu, sekitar 69,02 persen UMKM mengalami kesulitan permodalan di saat pandemi Covid-19. Sementara, menurut Laporan Pengaduan ke Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM), per Oktober 2020, sebanyak 39,22 persen UMKM mengalami kendala sulitnya permodalan selama pandemi Covid-19.
Melihat fakta itu, pemerintah berkomitmen mendukung UMKM mampu bertahan, berkembang, dan bertumbuh di tengah tantangan pandemi dan transformasi melalui Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).
“Alokasi anggaran yang disediakan untuk klaster Dukungan UMKM adalah sebesar Rp95,87 triliun,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dikutip dari keterangan tertulisnya, Rabu (29/09).
Baca juga:Unik, Peternakan Domba Kontes Lokaliti Banjarnegara
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan berbagai program pendukung lainnya, seperti subsidi bunga dan penempatan dana pemerintah pada bank umum mitra. Hal itu dilakukan guna mendukung perluasan kredit modal kerja dan restrukturisasi kredit UMKM, penjaminan kredit modal kerja UMKM, Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM), Bantuan Tunai untuk PKL dan Warung (BT-PKLW), dan insentif PPh Final UMKM Ditanggung Pemerintah.
“Berbagai program tersebut ditujukan untuk meringankan dampak pandemi terhadap UMKM melalui program bantuan dari sisi permodalan,” kata Airlangga.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun lalu, sekitar 69,02 persen UMKM mengalami kesulitan permodalan di saat pandemi Covid-19. Sementara, menurut Laporan Pengaduan ke Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM), per Oktober 2020, sebanyak 39,22 persen UMKM mengalami kendala sulitnya permodalan selama pandemi Covid-19.