Masjid Jogokariyan Gelar Layar Tanjep Nonton Bareng Film G30S PKI
Fajar adhitya
Rabu, 29 September 2021 - 13:40 WIB
Masjid Jogokariyan Yogyakarta. (Foto: Istimewa).
Masjid Jogokariyan gelar layar tanjep nonton bareng film G30S PKI. Kegiatan ini berlangsung di plaza masjid pada Kamis, 30 September malam selepas Shalat Isya.
Nonton bareng film pemberontakan PKI ini bertujuan untuk mengingat-ingat tragedi politik akibat pemberontakan partai berpaham komunis di Indonesia itu.
Nonton bareng ini diinisiasi oleh Remaja Masjid Jogokariyan dan terbuka untuk umum. Mereka ingin mengenang pahlawan revolusi dan mengingatkan warga kekejaman PKI.
Baca Juga: Nonton Bareng Film G30S PKI dan Sejarah Masjid Jogokariyan
Masjid Jogokariyan mengimbau masyarakat agar mengibarkan bendera setengah tiang pada Kamis, 30 September 2021. Sedangkan besoknya, Jumat, 1 Oktober 2021, pihak masjid mengimbau agar mengibarkan bendera Merah Putih satu tiang penuh.
Ajakan nonton bareng film G30S PKI tersebut mendapat sambutan positif warganet. Mereka menilai sudah semestinya sejarah yang kelam tersebut tidak dilupakan.
"Masya Allah. Jangan pernah lupakan kebiadaban PKI terhadap para Pahlawan Revolusi," kata salah seorang warganet.
Nonton bareng film pemberontakan PKI ini bertujuan untuk mengingat-ingat tragedi politik akibat pemberontakan partai berpaham komunis di Indonesia itu.
Nonton bareng ini diinisiasi oleh Remaja Masjid Jogokariyan dan terbuka untuk umum. Mereka ingin mengenang pahlawan revolusi dan mengingatkan warga kekejaman PKI.
Baca Juga: Nonton Bareng Film G30S PKI dan Sejarah Masjid Jogokariyan
Masjid Jogokariyan mengimbau masyarakat agar mengibarkan bendera setengah tiang pada Kamis, 30 September 2021. Sedangkan besoknya, Jumat, 1 Oktober 2021, pihak masjid mengimbau agar mengibarkan bendera Merah Putih satu tiang penuh.
Ajakan nonton bareng film G30S PKI tersebut mendapat sambutan positif warganet. Mereka menilai sudah semestinya sejarah yang kelam tersebut tidak dilupakan.
"Masya Allah. Jangan pernah lupakan kebiadaban PKI terhadap para Pahlawan Revolusi," kata salah seorang warganet.