Tak selalu saling meniadakan. Islam dan komunisme pernah bersisian dalam sejarah Indonesia. Bahkan kader Muhammadiyah dan tokoh NU sempat berada di bawah bendera PKI.
Pengurus Besar Nahlatul Ulama (PBNU) mengapresiasi langkah pemerintah membentuk Tim Penyelesaian Non-Yudisial Pelanggaran HAM Berat (PPHAM) terkait penyelesaian HAM 1965.
Peristiwa G30S yang menewaskan para jenderal di tahun 1965 hingga kini masih jadi kontroversi. Dalang di balik peristiwa tersebut masih jadi perdebatan. Berikut dalang peristiwa G30S menurut lima versi referensi sejarah.
Dahulu, pada zaman Belanda masjid ini merupakan bangunan musala dan Pasar Sawo. Di mana kala itu merupakan persinggahan para pedagang yang menempuh jarak cukup jauh untuk memasarkan dagangan mereka.
Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menyebut PKI lebih ekstrem dari sekadar penganut paham radikal. Mereka yang menganut komunisme gaya baru harus diwaspadai.
TVRI tidak menayangkan film Pengkhianatan G 30S PKI antara lain, sejak 1998 pada masa pemerintah Presiden Habibie, film tersebut sudah tidak ditayangkan di TVRI.
Kisah anak-anak eks PKI yang kini menjadi ustadz dan imam masjid tak lepas dari peranan para pendiri Masjid Jogokariyan. Mereka mengubah sejarah kelam kampung.
Masjid Jogokariyan gelar layar tanjep nonton bareng film G30S PKI. Kegiatan ini berlangsung di plaza masjid pada Kamis, 30 September malam selepas Shalat Isya.
Nonton bareng film pengkhianatan G30S PKI berlangsung di Plaza Masjid Jogokariyan. Rumah ibadah itu menyimpan sejarah kelam dengan kisah pemberontakan tersebut.