Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 02 Juni 2026
home global news detail berita

Tragedi 1965 Beri Pelajaran, Komunisme dan Pancasila Tak Mungkin Bersatu

ahmad zuhdi Kamis, 30 September 2021 - 15:40 WIB
Tragedi 1965 Beri Pelajaran, Komunisme dan Pancasila Tak Mungkin Bersatu
Lambang Negara Republik Indonesia, Burung Garuda. Foto: Langit7.id/iStock
LANGIT7.ID, Jakarta - Tanggal 30 September merupakan momen peristiwa bersejarah bagi bangsa Indonesia yang selalu dikenang setiap tahunnya. Pasalnya, pada 1965 bangsa Indonesia mengalami peristiwa kelam atas kekejaman Partai Komunis Indonesia (PKI) yang memusuhi hingga membunuh ummat Islam.

Sekretaris Ditjen Bimas Islam Kemenag Muhammad Fuad Nasar menuturkan, tragedi 1965 memberi pelajaran bahwa komunisme dan Pancasila tidak dapat dipersatukan. Sama seperti halnya agama yang mengajarkan percaya kepada Allah dan paham komunis sejatinya bertentangan secara diametral.

Baca Juga: Kisah Anak-Anak Eks PKI yang Kini Jadi Ustadz dan Imam Masjid

"Bagi bangsa Indonesia, agama dan kekuatan umat beragama yang solid adalah benteng Pancasila dalam menghadapi rongrongan ideologi Komunis. Pasca G30S/PKI atau Gestapu, pemerintah menetapkan 1 Oktober sebagai Hari Kesaktian Pancasila," kata Fuad dalam keterangannya, Kamis (30/9/2021).

Menurutnya, kesetiaan pada Pancasila sebagai dasar filsafat negara harus dibuktikan dalam tindakan dan kebijakan. Lima sila yang membentuk susunan Pancasila sebagai dasar filsafat negara Republik Indonesia dan ideologi pemersatu bangsa haruslah diamalkan secara murni dan konsekuen sehingga menjadi karakter bernegara.

"Perdebatan dan klaim kebenaran seputar peristiwa kelam tragedi 1965 tak pernah habisnya. Saya kira ada pesan yang lebih penting dan relevan untuk dimaknai bagi perjalanan bangsa dan negara kita ke depan, yaitu pidato bersejarah Jenderal TNI Dr. A.H. Nasution di Mabes AD pada 5 Oktober 1965 sewaktu melepas jenazah tujuh pahlawan revolusi yang ditemukan di Lubang Buaya," katanya.

Baca Juga: Masjid Jogokariyan Gelar Layar Tanjep Nonton Bareng Film G30S PKI

Jenderal Nasution mengatakan, menghadaplah sebagai pahlawan, sebagai pahlawan menghadaplah kepada asal mula kita yang menciptakan kita, Allah SWT, karena akhirnyalah Panglima kita yang paling tertinggi. Dialah yang menentukan segala sesuatu juga atas diri kita semua. Dengan keimanan ini juga kami semua yakin bahwa yang benar akan tetap menang, dan yang tidak benar akan tetap hancur.

"Fitnah lebih jahat daripada pembunuhan, tapi jangan kita dendam hati, iman kepada Allah SWT, iman kepada Nya, mengukuhkan kita. Karena Dia perintahkan kita semua berkewajiban untuk menegakkan keadilan dan kebenaran," ujarnya.

Baca Juga:

Nonton Bareng Film G30S PKI dan Sejarah Masjid Jogokariyan

Kangen Zainuddin MZ: Masa Berganti, Aqidah Jangan Sampai Mati


(asf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 02 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)