Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 04 Juni 2026
home masjid detail berita

Hakikat Doa Sebagai Senjata Orang Islam

Muhajirin Jum'at, 25 Agustus 2023 - 14:56 WIB
Hakikat Doa Sebagai Senjata Orang Islam
ilustrasi
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Doa merupakan senjata setiap muslim. Jika seseorang meminta satu permintaan untuk urusan dunia ataupun akhirat hanya kepada Rabb-nya, maka itu tidak akan sulit untuk terwujud. Itu karena dia sudah berpegang teguh Sang Maha Kuat dan telah meminta kepad Dzat yang memiliki segalanya.

"Sebaliknya, jika seseorang meminta sesuatu dan bersandar hanya kepada dirinya sendiri, maka sesungguhnya hal ini akan sulit untuk terwujud," kata Founder Formula Hati, Ustadz Muhsinin Fauzi, dalam kajian rutin Formula Hati, dikutip Jumat (25/8/2023).

Ada tiga hal penting yang harus dicatat. Pertama, doa kepada Allah merupakan sebab yang paling baik. Doa adalah sebab (usaha) yang paling baik. Dengan berdoa kepada Allah, seseorang sudah berpegang teguh kepada sebab yang paling kuat.

Kedua, berharap dan bersandar kepada diri sendiri dalam segala hal merupakan cara yang paling tidak tepat untuk mewujudkan cita-cita dan harapan. Ustadz Fauzi menegaskan, berharap kepada diri sendiri adalah cara yang paling lemah, karena seseorang bersandar kepada yang lemah.

"Di lapangan, yang terjadi adalah kebanyakan orang bersandar kepada diri sendiri atau orang lain yakni manusia dan tidak bersandar kepada Allah. Hal ini harus dibalik karena sesuatu permintaan akan lebih mudah terwujud jika kita hanya memintakannya kepada Allah," ujar Ustadz Fauzi.

Baca juga:Bukan Hanya Orang Tua, Anak juga Punya Hak

Ketiga, setiap muslim perlu memperbaiki doanya. Setiap muslim perlu memperindah permintaan kita yakni dengan memenuhi adab-adab dalam berdoa. Ada beberapa adab-adab dalam berdoa yang harus diperhatikan.

Di antaranya; ikhlas dalam berdoa, jujur dalam berdoa, menampakkan kesungguhan (ilhah), tidak lalai dalam berdoa, menjaga diri dari kemaksiatan kepada Allah, berdoa pada waktu mustajab, berdoa dalam kondisi mustajab, berdoa di tempat mustajab, menggunakan doa yang matsur, berdoa didahului dengan hamdalah dan shalawat, dan ikhlas dalam berdoa.

"Hal terindah dalam berdoa adalah bukan dikabulkannya keinginan kita, melainkan ketika kita bisa mengendalikan diri untuk menjadi hamba Allah yang selalu membutuhkan Allah," tutur Ustadz Fauzi.

Doa merupakan implementasi rasa butuh kepada Allah yang tidak mau ditinggal oleh-Nya sedetik pun. Setiap muslim betul-betul mengetahui bahwa dirinya lemah dan tidak punya apa-apa, ketika sedetik saja tidak dalam penjagaan Allah.

"Kita berdoa untuk memenuhi perintah Allah. Doa adalah ruh-nya ibadah dan memiliki dampak diwujudkannya keinginan kita. Betapa baiknya hal ini, karena kita mendapatkan pahala dan juga pengkabulan dari doa kita," ungkap Ustadz Fauzi.

Jujur dalam berdoa, berarti seorang muslim perlu dengan jujur menunjukkan bahwa kita betul-betul membutuhkan doa tersebut. Menampakkan kesungguhan, berarti seorang muslim betul-betul bersungguh-sungguh dalam menyampaikan doa.

Ustadz Fauzi mengingatkan agar tidak lalai dalam berdoa. Ada beberapa hal termasuk lalai dalam berdoa. Di antaranya tidak khusyuk dalam berdoa, tidak paham atas doa yang dibaca, dan tidak menjaga diri dari kemaksiatan kepada Allah.

"Bagaimana bisa kita meminta kepada Allah namun kita masih melanggar larangannya? Bagaimana bisa kita meminta kepada Allah sementara kita masih menentangnya? Hal ini tidak masuk di akal," ujar Ustadz Fauzi.

Bahkan, akan lebih baik lagi ketika seseorang sudah berada dalam ketaatan yang tinggi. Allah berfirman di dalam Al-Qur’an, siapa saja yang bertawakal kepada-Nya, maka Dia akan mencukupinya dan memberikannya solusi atas urusannya.

"Dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu." (QS At-Talaq: 3).



(ori)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 04 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:48
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)