LANGIT7.ID-
Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar as-Sidawi dalam bukunya berjudul "
Keagungan Hari Arafah" mengatakan salah satu keistimewaan Hari Arafah adalah dikabulkannya doa. Maka, sangat dianjurkan memperbanyak doa dan ucapan tauhid.
Dari Abdullah bin Amr bin Ash, sesungguhnya Nabi ﷺ bersabda: Sebaik-baik doa adalah doa di Hari Arafah. Dan sebaik-baik yang aku dan para Nabi sebelumku ucapkan adalah:
Lā ilāha illallāhu waḥdahū lā syarīka lah, lahul mulku wa lahul ḥamdu wa huwa ‘alā kulli syai’in qadīr. (Tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan segala pujian, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu)." (HR. Tirmidzi, no. 3585; dinyatakan hasan oleh Al-Albani)
Dari Thalhah bin Ubaid bin Kuraiz secara mursal: "Doa yang paling utama adalah doa di Hari Arafah." (HR. Malik dalam *Al-Muwatha*, no. 500).
Imam Ibnu Abdil Barr berkata: "Dalam hadis ini terdapat faedah bahwa doa di Hari Arafah lebih utama daripada waktu lainnya dan mustajab secara umum." (*At-Tamhīd*, 6/41)
Baca juga: 5 Keutamaan Hari Arafah: Salah Satunya Hari Kesempurnaan Agama Islam Semangat Para Salaf di Hari ArafahUlama salaf sangat bersemangat berdoa di Hari Arafah. Beberapa kisah:
Athā’ Al-Khurāsānī berkata: “Jika kamu mampu untuk menyendiri saat sore Hari Arafah, maka lakukanlah.” (Hilyat al-Awliyā’, 5/197)
Sufyan Ats-Tsauri menangis ketika wukuf. Ketika ditanya, ia berkata: “Orang paling buruk hari ini adalah orang yang berprasangka bahwa Allah tidak mengampuni mereka.” (Husnu al-Ẓann bi-llāh)
Fudhail bin ‘Iyāḍ berkata: “Ampunan Allah lebih ringan daripada seperenam dirham (dāniq) jika diminta kepada manusia.”
Baca juga: Hari Arafah: Harus Yakin Benar-Benar Berada di Wilayah Arafah(mif)