LANGIT7.ID-Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar as-Sidawi dalam bukunya berjudul "
Keagungan Hari Arafah" mengatakan bahwa
Hari Arafah merupakan hari yang penuh dengan keutamaan. Banyak sekali keutamaannya, di antaranya:
1. Sebaik-baik HariHari Arafah termasuk dalam sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.
Rasulullah ﷺ bersabda: “Tidak ada hari-hari yang amal saleh di dalamnya lebih dicintai oleh Allah daripada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.”
Para sahabat bertanya, “Tidak pula jihad di jalan Allah?”
Rasulullah ﷺ menjawab, “Tidak juga jihad di jalan Allah, kecuali seseorang yang keluar dengan membawa jiwa dan hartanya, lalu tidak kembali lagi.” (HR. Bukhari no. 969, dan lafaz ini dari Tirmidzi no. 757)
Baca juga: Bacaan Niat Puasa Dzulhijjah, Tarwiyah, dan Arafah Dalam riwayat lain, Nabi ﷺ bersabda: “Tidak ada amalan yang lebih suci di sisi Allah dan tidak ada yang lebih besar pahalanya daripada kebaikan yang dilakukan pada sepuluh hari Al-Adha.” (HR. Darimi 1/358, sanadnya hasan sebagaimana dijelaskan dalam Al-Irwā’, 3/398, oleh Al-Albani)
Al-Hafizh Ibnu Hajar رحمه الله berkata: “Yang jelas, sebab keistimewaan sepuluh hari bulan Dzulhijjah adalah karena pada hari-hari itu terkumpul ibadah-ibadah pokok seperti salat, puasa, sedekah, dan haji, yang tidak ditemukan pada bulan lainnya.” (Fathul Bārī, 2/593)
2. Hari Kesempurnaan Agama IslamAllah ﷻ menjadikan Islam sebagai agama penutup umat ini dan tidak menerima agama apa pun selain Islam.
Dari Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya seorang Yahudi berkata kepadanya: “Wahai Amirul Mukminin, ada sebuah ayat dalam kitab kalian yang kalian baca. Jika ayat itu turun kepada kami (kaum Yahudi), tentu hari turunnya akan kami jadikan sebagai hari raya.” Umar bertanya, “Ayat yang mana?”
Ia menjawab, firman Allah ﷻ: “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Kuridai Islam itu menjadi agamamu.” (QS. Al-Māidah: 3)
Umar berkata: “Sungguh kami mengetahui hari dan tempat turunnya ayat itu. Ayat tersebut turun kepada Nabi ﷺ ketika beliau sedang berdiri di Arafah, pada hari Jumat.” (HR. Bukhari no. 45, Muslim no. 3017)
Baca juga: Puasa Arafah: Waktu, Keutamaan, Tata Cara, dan Niat Melaksanakannya 3. Hari Pembebasan dari Api Neraka dan Allah Mendekat kepada Hamba-NyaDari Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Tidak ada satu hari pun yang Allah lebih banyak membebaskan seorang hamba dari api neraka selain Hari Arafah. Sesungguhnya Allah mendekat dan berbangga di hadapan para malaikat-Nya seraya berkata, ‘Apa yang diinginkan oleh mereka?’” (HR. Muslim no. 1348)
Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim berkata: “Hadis ini secara jelas menunjukkan keutamaan Hari Arafah.”
Imam Ibnu Rajab menyebutkan: “Pembebasan dari api neraka dalam hadis ini bersifat umum untuk seluruh kaum muslimin.” (Lathā’if Al-Ma‘ārif, hlm. 315)
4. Allah Membanggakan Orang yang Wukuf di Arafah dan Mengabulkan Doa MerekaAllah ﷻ memuji para jamaah haji yang wukuf di Arafah. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya Allah membanggakan orang-orang yang wukuf di Arafah kepada para malaikat. Allah berfirman: ‘Lihatlah hamba-hamba-Ku, mereka datang dalam keadaan kusut dan berdebu.’” (HR. Ahmad 2/305, Ibnu Khuzaimah no. 2839; al-Albani menyatakan sanadnya sahih. Lihat Shahih al-Jāmi‘ no. 1867)
Imam Ibnu Abdil Barr رحمه الله berkata: “Hal ini menunjukkan bahwa mereka yang wukuf telah diampuni dosa-dosanya. Karena Allah tidak mungkin membanggakan orang yang masih memiliki dosa dan kesalahan, kecuali mereka telah bertobat dan mendapat ampunan. Wallahu a‘lam.” (At-Tamhīd, 1/120)
Baca juga: Hari Arafah: Harus Yakin Benar-Benar Berada di Wilayah Arafah 5. Inti dari Ibadah Haji Adalah Wukuf di ArafahWukuf di Padang Arafah merupakan salah satu rukun haji. Tanpa wukuf, haji tidak sah.
Nabi ﷺ bersabda: “Haji itu (adalah) Arafah.” (HR. Tirmidzi no. 889; disahihkan oleh Al-Albani dalam Al-Misykāt no. 2714)
Demikian beberapa keistimewaan Hari Arafah. Semoga menjadi motivasi bagi kita semua untuk bersemangat mengoptimalkan hari yang mulia ini dengan banyak melakukan amal saleh.
(mif)