Hari ini tepat pada 9 Dzulhijjah atau disebut juga Hari Arafah. Disunahkan bagi umat Islam untuk berpuasa karena Allah SWT, sebab memiliki keutamaan yang sangat besar. Selain itu, ada amalan-amalan yang penting dilakukan untuk optimalkan ibadah Hari Arafah
Bagi umat muslim yang tidak sedang wukuf, Hari Arafah menawarkan kompensasi spiritual yang mencengangkan. Sehari berpuasa diyakini mampu meruntuhkan akumulasi khilaf selama dua tahun penuh.
Wukuf di Arafah bukan sekadar prosesi pelengkap dalam rangkaian rukun Islam kelima. Ia adalah jantung dan penentu sah atau batalnya ibadah haji, sebuah maklumat hukum yang tak bisa ditawar.
Hari Arafah bukan sekadar momentum puncak ritual haji di bawah terik matahari. Mazhab Syafi'i bahkan menempatkannya sebagai waktu paling utama sepanjang tahun, saat ampunan Tuhan mengalir tanpa bendung.
Umat Islam akan menemui hari kesembilan Dzulhijjah 1446 H yang dikenal dengan nama Arafah pada Kamis (5/6/2025) besok. Hari tersebut menjadi salah satu waktu istimewa
Takbir pada hari raya kurban (Idul Adha) ada yang mutlak dan ada yang muqayyad. Takbir muqayyad dilakukan setelah salat, sedangkan takbir mutlak dilakukan dalam setiap keadaan, bahkan di pasar-pasar dan setiap waktu.
Ibn Mukhtar As-Sidawi mengatakan salah satu keistimewaan Hari Arafah adalah dikabulkannya doa. Maka, sangat dianjurkan memperbanyak doa dan ucapan tauhid.
Nabi ? bersabda: Sesungguhnya Rabb kalian Maha Hidup dan Maha Mulia. Dia malu jika seorang hamba mengangkat tangan memohon kepada-Nya, lalu dikembalikan tanpa apa-apa.
Mereka yang wukuf telah diampuni dosa-dosanya. Karena Allah tidak mungkin membanggakan orang yang masih memiliki dosa dan kesalahan, kecuali mereka telah bertobat dan mendapat ampunan.
Jika matahari terbit pada hari Arafah (hari kesembilan dari bulan Dzulhijjah), maka setiap Haji berangkat dari Mina ke Arafah, seraya mengumandangkan talbiyah atau takbir.
Tujuh jemaah haji Indonesia meninggal dunia saat puncak ibadah haji di Arafah. Mereka menghembuskan nafas terakhit saat menjalani perawatan di Klinik Kesehatan
Nafar Awal adalah jemaah yang mengambil pilihan untuk keluar dari Mina pada 12 Zulhijah sebelum terbenamnya matahari. Bagi jemaah yang akan tetap menginap sampai 13 Zulhijah, disebut Nafar Tsani.