Kisah Legiman, Tukang Sampah Naik Haji Setelah 40 Tahun Menabung Rp1.000 Tiap Hari
Esti setiyowati
Rabu, 21 Mei 2025 - 17:05 WIB
Legiman, seorang tukang sampah merayakan kebahagiaannya dapat berhaji di tahun ini. Foto: SPA.
Legiman, salah satu jamaah haji2025 asal Semarang, Jawa Tengah, bersama istrinya berhasil berangkat haji setelah penantian selama puluhan tahun.
Setelah menabung selama hampir 40 tahun, Legiman dan istrinya tiba di Arab Saudi melalu inisiatif Rute Mekkah, yang menawarkan fasilitas bagi para jamaah dari negara-negara tertentu termasuk Indonesia.
Baca juga: 2 Kisah Perjuangan Naik Haji yang Menyentuh Kalbu, dari Menabung sampai 55 Tahun dari Jualan Sate dan Usia 95 Tahun Baru Bisa Berangkat
Legiman bahagia impian seumur hidupnya, naik haji, akhirnya menjadi kenyataan.
"Saya sangat gembira. Saya tidak percaya akhirnya bisa melihat Kakbah dengan mata kepala sendiri," kata Legiman pada kantor berita Saudi SPA, dikutip Rabu (21/5/2025).
Ia bercerita bahwa ia mulai menabung untuk perjalanan suci tersebut pada tahun 1986. Legiman, dibantu istrinya, rutin menabung meski berada dalam kondisi hidup yang sulit.
"Meski banyak tantangan, kami tidak putus asa. Saya dan istri terus menabung hingga akhirnya dapat mendaftarkan nama kami dalam daftar jamaah haji tahun ini," katanya.
Setelah menabung selama hampir 40 tahun, Legiman dan istrinya tiba di Arab Saudi melalu inisiatif Rute Mekkah, yang menawarkan fasilitas bagi para jamaah dari negara-negara tertentu termasuk Indonesia.
Baca juga: 2 Kisah Perjuangan Naik Haji yang Menyentuh Kalbu, dari Menabung sampai 55 Tahun dari Jualan Sate dan Usia 95 Tahun Baru Bisa Berangkat
Legiman bahagia impian seumur hidupnya, naik haji, akhirnya menjadi kenyataan.
"Saya sangat gembira. Saya tidak percaya akhirnya bisa melihat Kakbah dengan mata kepala sendiri," kata Legiman pada kantor berita Saudi SPA, dikutip Rabu (21/5/2025).
Ia bercerita bahwa ia mulai menabung untuk perjalanan suci tersebut pada tahun 1986. Legiman, dibantu istrinya, rutin menabung meski berada dalam kondisi hidup yang sulit.
"Meski banyak tantangan, kami tidak putus asa. Saya dan istri terus menabung hingga akhirnya dapat mendaftarkan nama kami dalam daftar jamaah haji tahun ini," katanya.