LANGIT7.ID-, Jakarta - - Legiman, salah satu
jamaah haji 2025 asal Semarang, Jawa Tengah, bersama istrinya berhasil berangkat haji setelah penantian selama puluhan tahun.
Setelah menabung selama hampir 40 tahun, Legiman dan istrinya tiba di
Arab Saudi melalu inisiatif Rute Mekkah, yang menawarkan fasilitas bagi para jamaah dari negara-negara tertentu termasuk Indonesia.
Baca juga: 2 Kisah Perjuangan Naik Haji yang Menyentuh Kalbu, dari Menabung sampai 55 Tahun dari Jualan Sate dan Usia 95 Tahun Baru Bisa BerangkatLegiman bahagia impian seumur hidupnya,
naik haji, akhirnya menjadi kenyataan.
"Saya sangat gembira. Saya tidak percaya akhirnya bisa melihat
Kakbah dengan mata kepala sendiri," kata Legiman pada kantor berita Saudi SPA, dikutip Rabu (21/5/2025).
Ia bercerita bahwa ia mulai menabung untuk perjalanan suci tersebut pada tahun 1986. Legiman, dibantu istrinya, rutin
menabung meski berada dalam kondisi hidup yang sulit.
"Meski banyak tantangan, kami tidak putus asa. Saya dan istri terus menabung hingga akhirnya dapat mendaftarkan nama kami dalam daftar jamaah haji tahun ini," katanya.
Dikutip dari
Kementerian Agama, Legiman menyisihkan uang untuk ditabung dari hasil memulung
barang bekas. Ia mengaku menabung Rp1.000 setiap harinya untuk bisa naik haji.
“Saya mulai nabung sejak 1986, senilai Rp 1.000 per hari,” katanya.
Baca juga: Kisah Asma Tanjung, Tukang Sate Naik Haji Setelah Menabung 55 TahunSaat itu, Legiman bekerja di bawah Dinas Pekerjaan Umum dengan gaji Rp18.000 per bulan.
Ia menyadari nominal yang ditabungnya setiap hari belum cukup untuk meraih impiannya naik haji. Legiman pun mencari uang tambahan dengan memulung barang bekas.
“Botol plastik, kardus, apa saja saya kumpulkan,” ungkapnya.
Dari memulung barang bekas itu, Legiman memperoleh hasil sekitar Rp20.000-Rp40.000 yang langsung ditabungnya ke bank.
Kemudian pada tahun 2012, tabungan Legiman sudah mencapai Rp54 juta. Nominal tersebut cukup untuk mendaftar haji dua orang.
Legiman akhirnya meminta izin pada anak-anaknya untuk mendaftar bersama istrinya.
Usai mendaftar, Legiman mengira uang tersebut sudah mencakup semua biaya kebutuhan haji nantinya. Namun dugaannya salah.
Ia pun kembali menabung dengan melanjutkan rutinitasnya mengumpulkan barang bekas untuk menutupi kekurangan biaya haji.
Setelah puluhan tahun menyisihkan penghasilannya, Legiman dan istri akhirnya bisa berangkat tahun ini. Sebelumnya Legiman dijadwalkan berangkat pada tahun 2026.
Namun beberapa bulan lalu, Legiman mendapatkan kabar bahwa dirinya akan diberangkatkan tahun 2025.
Baca juga: 3 Warga Spanyol dan 1 Maroko Naik Haji Berjalan Darat Dengan Menunggang Kuda Tiba di Arab Saudi“Saya langsung sujud syukur. Enggak nyangka secepat ini. Rasanya kayak mimpi,” ucap dia.
Impian puluhan tahun tercapai membuat Legiman bersyukur pada Allah SWT dan orang-orang yang telah membantunya.
"Saya berterima kasih kepada Allah terlebih dahulu, kemudian kepada semua orang yang telah membantu kami. Saya terutama berterima kasih kepada mereka yang bertanggung jawab atas Prakarsa Rute Mekkah, yang membuatnya lebih mudah dari yang dapat saya bayangkan," katanya.
(est)