3 Kata dalam Al-Qur'an yang Merujuk Konsep Keadilan
Miftah yusufpati
Rabu, 21 Mei 2025 - 17:22 WIB
Ketika Al-Quran menunjuk kepada Allah sebagai Zat yang memiliki sifat adil, kata yang digunakan adalah al-qisth. Ilustrasi: AI
LANGIT7.ID-Tiga kata dalam Al-Qur’an yang merujuk pada konsep keadilan, qisth, ‘adl, dan mizan, digunakan dalam berbagai bentuk dan konteks sebagai perintah kepada manusia untuk berlaku adil.
Katakanlah, "Tuhanku memerintahkan menjalankan al-qisth (keadilan)." (QS Al-A'raf [7]: 29)
Sesungguhnya Allah memerintahkan berlaku adil dan berbuat ihsan (kebajikan). (QS Al-Nahl [16]: 90)
Dan langit ditinggikan-Nya dan Dia meletakkan neraca (keadilan) agar kamu tidak melampaui batas tentang neraca itu. (QS Al-Rahman [55]: 7–8)
Prof Dr Quraish Shihab dalam bukunya berjudul "Wawasan Al-Quran" menjelaskan ketika Al-Qur’an menunjuk kepada Allah sebagai Zat yang memiliki sifat adil, kata yang digunakan adalah al-qisth (lihat QS Ali ‘Imran [3]: 18).
Sementara itu, kata ‘adl yang dalam berbagai bentuknya terulang sebanyak 28 kali dalam Al-Qur’an tidak pernah dinisbatkan sebagai sifat langsung Allah.
Al-Qur’an membahas keadilan dalam beragam aspek dan objek, dengan berbagai pelakunya. Keragaman ini melahirkan berbagai makna keadilan. Setidaknya ada empat pengertian keadilan menurut para pakar agama: Adil dalam arti "sama", adil dalam arti "Seimbang", adil sebagai "memberikan hak kepada pemiliknya", dan adil dalam konteks Ilahi.
Katakanlah, "Tuhanku memerintahkan menjalankan al-qisth (keadilan)." (QS Al-A'raf [7]: 29)
Sesungguhnya Allah memerintahkan berlaku adil dan berbuat ihsan (kebajikan). (QS Al-Nahl [16]: 90)
Dan langit ditinggikan-Nya dan Dia meletakkan neraca (keadilan) agar kamu tidak melampaui batas tentang neraca itu. (QS Al-Rahman [55]: 7–8)
Prof Dr Quraish Shihab dalam bukunya berjudul "Wawasan Al-Quran" menjelaskan ketika Al-Qur’an menunjuk kepada Allah sebagai Zat yang memiliki sifat adil, kata yang digunakan adalah al-qisth (lihat QS Ali ‘Imran [3]: 18).
Sementara itu, kata ‘adl yang dalam berbagai bentuknya terulang sebanyak 28 kali dalam Al-Qur’an tidak pernah dinisbatkan sebagai sifat langsung Allah.
Al-Qur’an membahas keadilan dalam beragam aspek dan objek, dengan berbagai pelakunya. Keragaman ini melahirkan berbagai makna keadilan. Setidaknya ada empat pengertian keadilan menurut para pakar agama: Adil dalam arti "sama", adil dalam arti "Seimbang", adil sebagai "memberikan hak kepada pemiliknya", dan adil dalam konteks Ilahi.