Jangan Pikir Happy Saja, Pasangan Baru Perlu Rencanakan Keuangan dengan Maksimal
Muhammad rifai akif
Kamis, 30 September 2021 - 08:49 WIB
Suami istri harus terbuka dalam membicarakan keuangan keluarga. Foto: LANGIT7/iStock
Saat memutuskan untuk menikah ada banyak hal yang harus dipikirkan dan dibicarakan bersama. Rencana keuangan keluarga menjadi salah satu topik yang penting didiskusikan bersama pasangan.
Menurut Financial Planner Rista Zwestika waktu yang paling tepat membicarakan keuangan sebuah keluarga adalah saat memutuskan akan menikah. Sebelum melangkah lebih jauh, bicarakan secara terbuka mengenai kondisi keuangan individu.
"Banyak sekali pasangan muda yang menyesal menikah karena baru tahu bahwa kondisi keuangan pasangannya tidak seindah yang dibayangkan," jelas Rista saat Webinar Program Keluarga Berencana di Masa COVID-19 pada Rabu (29/9/2021).
Baca juga : Gaya Hidup Islami Hidupkan Peluang Industri Baru Indonesia
Rista juga menjelaskan bagaimana caranya agar bisa mengatur keuangan di masa pandemi seperti ini. Terlebih banyak yang terdampak dari kondisi pandemi akibat perusahaan atau usahanya gulung tikar.
"Bagi mereka kelompok yang terdampak perusahaannya atau usahanya karena Covid ini, tidak usah khawatir. Langkah pertama, coba hitung berapa persen pendapatan yang hilang?" Kata Rista.
Selain itu yang perlu dihitung selanjutnya adalah aset rumah tangga yang sudah dimiliki dan juga pengeluaran.
Menurut Financial Planner Rista Zwestika waktu yang paling tepat membicarakan keuangan sebuah keluarga adalah saat memutuskan akan menikah. Sebelum melangkah lebih jauh, bicarakan secara terbuka mengenai kondisi keuangan individu.
"Banyak sekali pasangan muda yang menyesal menikah karena baru tahu bahwa kondisi keuangan pasangannya tidak seindah yang dibayangkan," jelas Rista saat Webinar Program Keluarga Berencana di Masa COVID-19 pada Rabu (29/9/2021).
Baca juga : Gaya Hidup Islami Hidupkan Peluang Industri Baru Indonesia
Rista juga menjelaskan bagaimana caranya agar bisa mengatur keuangan di masa pandemi seperti ini. Terlebih banyak yang terdampak dari kondisi pandemi akibat perusahaan atau usahanya gulung tikar.
"Bagi mereka kelompok yang terdampak perusahaannya atau usahanya karena Covid ini, tidak usah khawatir. Langkah pertama, coba hitung berapa persen pendapatan yang hilang?" Kata Rista.
Selain itu yang perlu dihitung selanjutnya adalah aset rumah tangga yang sudah dimiliki dan juga pengeluaran.