LANGIT7.ID - , Jakarta - Saat memutuskan untuk menikah ada banyak hal yang harus dipikirkan dan dibicarakan bersama. Rencana keuangan keluarga menjadi salah satu topik yang penting didiskusikan bersama pasangan.
Menurut Financial Planner Rista Zwestika waktu yang paling tepat membicarakan keuangan sebuah keluarga adalah saat memutuskan akan menikah. Sebelum melangkah lebih jauh, bicarakan secara terbuka mengenai kondisi keuangan individu.
"Banyak sekali pasangan muda yang menyesal menikah karena baru tahu bahwa kondisi keuangan pasangannya tidak seindah yang dibayangkan," jelas Rista saat Webinar Program Keluarga Berencana di Masa COVID-19 pada Rabu (29/9/2021).
Baca juga : Gaya Hidup Islami Hidupkan Peluang Industri Baru IndonesiaRista juga menjelaskan bagaimana caranya agar bisa mengatur keuangan di masa pandemi seperti ini. Terlebih banyak yang terdampak dari kondisi pandemi akibat perusahaan atau usahanya gulung tikar.
"Bagi mereka kelompok yang terdampak perusahaannya atau usahanya karena Covid ini, tidak usah khawatir. Langkah pertama, coba hitung berapa persen pendapatan yang hilang?" Kata Rista.
Selain itu yang perlu dihitung selanjutnya adalah aset rumah tangga yang sudah dimiliki dan juga pengeluaran.
"Coba dilist lagi juga aset yang sudah dimiliki, dan list lagi pengeluaran yang sudah ada. Kemudian kita kategorikan pengeluaran berdasarkan kriteria, apakah ada pengeluaran yang kurang relevan yang bisa dikurangi." jelas Rista.
Pasangan suami istri juga harus mengkategorikan menggunakan skala priortas, mana kebutuhan yang wajib dan keinginan yang bisa dikurangi,
"Pengeluaran yang wajib harus dipenuhi, sementara yang butuh dilihat lagi kebutuhannya mendesak tidak. Sedangkan pengeluaran yang ingin sebaiknya ditahan dulu." terang Resti yang juga menjabat Co Head Advisory Finansialku.
Baca juga : Mengapa Perlu Gaya Hidup Zero Waste? Rawat Bumi Sekaligus IslamiBerumah tangga diibaratkan sebagai satu tim dimana suami dan istri harus saling bekerja sama. Begitu juga dengan hal keuangan dalam kondisi pandemi saat ini. Menurut Resti, suami istri harus bekerja sama mencari peluang apa yang bisa dijadikan pendapatan baru. Nah, biasanya perempuan memiliki banyak ide untuk industri kreatif, imbuhnya.
"Cari terus peluang yang rendah resiko sampai mendekati angka pendapatan normal." tambah Resti.
Dalam penutupnya Resti menyampaikan bahwa perencanaan keuangan penting untuk dilakukan. Bagi pasangan yang belum membuatnya, belum ada kata terlambat untuk segera membuatnya.
"Covid-19 mengajarkan kepada kita resiko kehidupan bisa datang tiba-tiba. Dan ketika datang resikonya bisa berpotensi merusak keuangan dalam skala besar." ungkap Resti.
Pasangan suami istri juga harus memikirkan untuk memiliki dana darurat sehingga bisa menekan risiko rencana keuangan keluarga berantakan.
"Harus punya dana darurat, mitigasi resiko dalam bentuk asuransi, punya perencanaan dalam jangka pendek dan jangka panjang." tutup Resti.
(est)