home sosok muslim

Asyiah Dewi, Guru Kader Muhammadiyah Mengabdi dan Berdakwah di Pedalaman Papua

Kamis, 30 September 2021 - 09:31 WIB
Asyiah Dewi Khairina bersama muridnya (foto: Muhammadiyah.or.id)
Mengabdi di pedalaman Papua sebagai guru bukan pilihan mudah. Butuh pengorbanan, terlebih kondisi geografis daerah itu terkenal ekstrim. Namun pilihan sulit menjadi tantangan Asyiah Dewi Khairina, guru di SMK 1 Okaba, di Kampung Es Wambi, Distrik Okaba, Kabupaten Merauke, Papua.

Lokasi SMK 1 Okaba berjarak 170 km dari Kota Merauke. Medan tempuh sangat sulit, Asyiah harus menyeberangi sungai-sungai menggunakan perahu motor dan jalan darat berlumpur. Di sisi lain, ia harus menerima nasib pahit, sejak 2 tahun terakhir ia tak lagi menerima tunjangan guru dari pemerintah.

Namun, hal itu tidak menjadi beban bagi Asyiah. Bagi dia, mendidik anak-anak terlebih di daerah 3T merupakan panggilan jiwa sekaligus lahan dakwah. Saat menerima Surat Keputusan (SK) CPNS dan ditempatkan di pedalaman, ia dikuatkan oleh sang ayah agar betah dan mau mengabdi di pedalaman Merauke, Papua.

"Sehelai daun kering tidak akan jatuh ke tanah melainkan sudah dengan izin Allah, apalagi kamu yang sudah jadi kader (Muhammadiyah) terasah,” kata Asyiah menirukan pesan sang ayah, dikutip dari laman Muhammadiyah.

Mendampingi Minoritas Muslim

Di kampung Asyiah bertugas yang 99 persen Orang Asli Papua (OAP) sudah ada yang beragama Islam. Namun, keislaman mereka masih mengikuti adat istiadat. Mereka tidak shalat dan puasa, namun tetap dikhitan serta tidak makan daging anjing dan babi.

Hal itu menjadi keprihatinan tersendiri. Asyiah memberikan pendampingan terhadap minoritas muslim tersebut secara perlahan. Ia mengenalkan kepada mereka huruf hijaiyah kepada anak-anak muslim dan mengajarkan keteladanan seperti sikap Rasulullah SAW.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
guru muhammadiyah dakwah pedalaman
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya