home global news

Dubes Israel untuk AS Dipanggil Pulang Usai Bela Netanyahu dan Tuding Oposisi Lakukan Serangan Politik

Senin, 26 Mei 2025 - 06:58 WIB
Dubes Israel untuk AS Dipanggil Pulang Usai Bela Netanyahu dan Tuding Oposisi Lakukan Serangan Politik
LANGIT7.ID-Jakarta;Duta Besar Israel untuk Amerika Serikat, Yechiel Leiter, dipanggil pulang oleh pemerintah Israel usai komentarnya di podcast PragerU menuai kontroversi. Kementerian Luar Negeri Israel menyatakan pemanggilan ini dilakukan untuk menjalani sidang disipliner terkait pernyataan Leiter yang dinilai melanggar batas etika diplomatik.

Dalam wawancara bersama PragerU, media sayap kanan Amerika, Leiter secara terang-terangan membela Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan menuduh lawan politiknya sebagai penyebar "fitnah darah" terhadap pemimpin Israel tersebut. Ia juga menyebut para penentang Netanyahu sebagai "ekstremis kiri" dan menyalahkan media Israel atas upaya menjatuhkan pemerintahan saat ini.

“Yang bikin rusuh itu kelompok ekstrem, dan mereka akan lakukan apa saja demi menjatuhkan Netanyahu. Ini fitnah keji yang harus dibongkar,” ujar Leiter dalam podcast tersebut. Ia menegaskan bahwa tuduhan terhadap Netanyahu sangat tidak masuk akal dan “kejam”.

Baca juga: Spanyol Pimpin Desakan Internasional Hentikan Serangan Israel ke Gaza

Pernyataan tersebut dianggap berlebihan dan memicu reaksi keras dari internal pemerintahan Israel. Kementerian Luar Negeri melalui juru bicaranya menyatakan, “Direktur Jenderal Kementerian Luar Negeri, Eden Bar-Tal, akan memanggil Duta Besar di Washington, Dr. Yechiel Leiter, untuk mengikuti sidang disipliner atas komentarnya di media.” Proses ini dilakukan atas arahan langsung dari Departemen Disiplin di Komisi Pelayanan Sipil.

Meskipun posisi Leiter sebagai dubes merupakan penunjukan politik oleh Netanyahu sendiri, duta besar tetap diwajibkan menjaga netralitas dan tidak menyampaikan komentar politis secara terbuka.

Leiter juga menyinggung isu sensitif tentang perang Gaza. Ia mengecam tudingan yang menyebut Netanyahu sengaja memperpanjang konflik demi mempertahankan kekuasaan. “Bagaimana bisa mereka menuduh sejahat itu? Itu gila,” ujarnya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya