LANGIT7.ID-Jakarta; Duta Besar Israel untuk Amerika Serikat, Yechiel Leiter, dipanggil pulang oleh pemerintah Israel usai komentarnya di podcast PragerU menuai kontroversi. Kementerian Luar Negeri Israel menyatakan pemanggilan ini dilakukan untuk menjalani sidang disipliner terkait pernyataan Leiter yang dinilai melanggar batas etika diplomatik.
Dalam wawancara bersama PragerU, media sayap kanan Amerika, Leiter secara terang-terangan membela Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan menuduh lawan politiknya sebagai penyebar "fitnah darah" terhadap pemimpin Israel tersebut. Ia juga menyebut para penentang Netanyahu sebagai "ekstremis kiri" dan menyalahkan media Israel atas upaya menjatuhkan pemerintahan saat ini.
“Yang bikin rusuh itu kelompok ekstrem, dan mereka akan lakukan apa saja demi menjatuhkan Netanyahu. Ini fitnah keji yang harus dibongkar,” ujar Leiter dalam podcast tersebut. Ia menegaskan bahwa tuduhan terhadap Netanyahu sangat tidak masuk akal dan “kejam”.
Baca juga: Spanyol Pimpin Desakan Internasional Hentikan Serangan Israel ke GazaPernyataan tersebut dianggap berlebihan dan memicu reaksi keras dari internal pemerintahan Israel. Kementerian Luar Negeri melalui juru bicaranya menyatakan, “Direktur Jenderal Kementerian Luar Negeri, Eden Bar-Tal, akan memanggil Duta Besar di Washington, Dr. Yechiel Leiter, untuk mengikuti sidang disipliner atas komentarnya di media.” Proses ini dilakukan atas arahan langsung dari Departemen Disiplin di Komisi Pelayanan Sipil.
Meskipun posisi Leiter sebagai dubes merupakan penunjukan politik oleh Netanyahu sendiri, duta besar tetap diwajibkan menjaga netralitas dan tidak menyampaikan komentar politis secara terbuka.
Leiter juga menyinggung isu sensitif tentang perang Gaza. Ia mengecam tudingan yang menyebut Netanyahu sengaja memperpanjang konflik demi mempertahankan kekuasaan. “Bagaimana bisa mereka menuduh sejahat itu? Itu gila,” ujarnya.
Baca juga: Swiss Pertimbangkan Penyelidikan terhadap GHF, Yayasan Bantuan Gaza yang Didukung ASNamun, menurut survei Channel 12 News Israel yang dirilis Sabtu lalu, 55 persen warga percaya bahwa Netanyahu lebih fokus mempertahankan jabatannya dibanding menyelesaikan perang atau membebaskan para sandera di Gaza.
Yechiel Leiter bukan sosok baru di lingkaran Netanyahu. Ia merupakan mantan penasihat dekat sang perdana menteri dan dikenal sebagai pendukung garis keras. Leiter berasal dari Amerika Serikat dan sempat tinggal di permukiman Tepi Barat yang diduduki Israel. Putranya, Moshe Leiter, gugur dalam pertempuran di Jalur Gaza pada November 2023.
Kasus ini memperlihatkan ketegangan internal di pemerintahan Israel terkait batas komentar politik seorang diplomat, terutama di tengah konflik berkepanjangan di Gaza dan tekanan internasional terhadap Netanyahu.
(lam)