Aplikasi Ini Bantu Pemuda Tingkatkan Skill dan Kompetensi di Tengah Pandemi
Muhajirin
Selasa, 13 Juli 2021 - 13:30 WIB
ilustrasi e-learning (foto: langit7.id/istock)
Tajamnya pisau bisa berdampak positif dan negatif bergantung siapa pemegangnya. Demikian pula teknologi, digitalisasi semua lini dan aspek kehidupan yang sangat massif saat ini sangat bergantung pada subjeknya, yakni manusia.
Ada banyak contoh terobosan inovatif dalam bidang teknologi yang sangat bermanfaat bagi masyarakat luas. Sebut saja GreatEdu, sebuah aplikasi yang berfokus menjadi tempat menumbuhkan kompetensi dalam dunia kerja, bisnis, maupun pendidikan. Platform pendidikan berbasis digital itu menjadi salah satu contoh inspiratif dan inovatif. Sebab perkembangan teknologi bisa dimanfaatkan dengan baik untuk memberikan edukasi kepada masyarakat.
Buah pikir yang bermula dari lembaga privat Greatman Eduhome itu berawal pada 2017 berbasis website. Lalu pada tahun 2018 lahirlah nama GreatEdu seiring dengan perkembangan bisnisnya serta pengembangan platform berbasis aplikasi.
“Berawal dari bimbingan belajar konvensional tapi offline. Nah, saat itu bimbingan belajar cukup lumayan peserta muridnya. Kemudian ada terobosan membuat aplikasi yang menghubungkan antara murid dan guru. Kemudian ada sedikit perubahan, yang awalnya hanya ada dua fitur, kemudian dikembangkan dengan banyak fitur,” kata Co-Founder GreatEdu, Ade Irma Setyanegara, saat berbincang dengan LANGIT7.ID melalui sambungan telpon.
Platform yang masih tergolong baru itu terus mengembangkan fitur sesuai kebutuhan masyarakat. Pada 2020, GreatEdu menyesuaikan program dengan kebutuhan pendidikan pada masa pandemi. GreatEdu memberikan kelas dan konten berkualitas melalui produk seminar dan pelatihan daring atau Online Workshop serta kursus berbasis video belajar atau Online Course.
“Dulu, GeatEdu fokus pada pendidikan formal dan pendidikan nonformal. Pendidikan formal dari SD sampai SMA, pendidikan nonformal berbasis skill. Pada Juni 2020, karena pandemi akhirnya GreatEdu tidak lagi concern di pendidikan formal, tapi sudah fokus di skill. Market-nya pun digeser, kalau dulu dari SD sampai tak terhingga, sekarang dibatasi mahasiswa semester akhir dan profesional pekerja,” ucap Ade Irma.
Ade Irma menjelaskan, GreatEdu berdiri berawal dari keinginan para aktivis yang tergabung di satu organisasi untuk berkontribusi dalam dunia pendidikan.Mereka yang mendirikan GreatEdu merupakanlulusan universitas jurusan keguruan maupun pendidikan. Saat banyak masyarakat bertengkar masalah pilihan politik, para mantan aktivis pendiri GreatEdu melihat banyak mahasiswa-mahasiswa jebolan universitas tak mendapat pekerjaan. Fenomena guru honorer itu numpuk di daerah-daerah, itu sampai sekarang problem yang belum terselesaikan. Para guru honorer itu juga tak mendapatkan gaji yang layak.
Ada banyak contoh terobosan inovatif dalam bidang teknologi yang sangat bermanfaat bagi masyarakat luas. Sebut saja GreatEdu, sebuah aplikasi yang berfokus menjadi tempat menumbuhkan kompetensi dalam dunia kerja, bisnis, maupun pendidikan. Platform pendidikan berbasis digital itu menjadi salah satu contoh inspiratif dan inovatif. Sebab perkembangan teknologi bisa dimanfaatkan dengan baik untuk memberikan edukasi kepada masyarakat.
Buah pikir yang bermula dari lembaga privat Greatman Eduhome itu berawal pada 2017 berbasis website. Lalu pada tahun 2018 lahirlah nama GreatEdu seiring dengan perkembangan bisnisnya serta pengembangan platform berbasis aplikasi.
“Berawal dari bimbingan belajar konvensional tapi offline. Nah, saat itu bimbingan belajar cukup lumayan peserta muridnya. Kemudian ada terobosan membuat aplikasi yang menghubungkan antara murid dan guru. Kemudian ada sedikit perubahan, yang awalnya hanya ada dua fitur, kemudian dikembangkan dengan banyak fitur,” kata Co-Founder GreatEdu, Ade Irma Setyanegara, saat berbincang dengan LANGIT7.ID melalui sambungan telpon.
Platform yang masih tergolong baru itu terus mengembangkan fitur sesuai kebutuhan masyarakat. Pada 2020, GreatEdu menyesuaikan program dengan kebutuhan pendidikan pada masa pandemi. GreatEdu memberikan kelas dan konten berkualitas melalui produk seminar dan pelatihan daring atau Online Workshop serta kursus berbasis video belajar atau Online Course.
“Dulu, GeatEdu fokus pada pendidikan formal dan pendidikan nonformal. Pendidikan formal dari SD sampai SMA, pendidikan nonformal berbasis skill. Pada Juni 2020, karena pandemi akhirnya GreatEdu tidak lagi concern di pendidikan formal, tapi sudah fokus di skill. Market-nya pun digeser, kalau dulu dari SD sampai tak terhingga, sekarang dibatasi mahasiswa semester akhir dan profesional pekerja,” ucap Ade Irma.
Ade Irma menjelaskan, GreatEdu berdiri berawal dari keinginan para aktivis yang tergabung di satu organisasi untuk berkontribusi dalam dunia pendidikan.Mereka yang mendirikan GreatEdu merupakanlulusan universitas jurusan keguruan maupun pendidikan. Saat banyak masyarakat bertengkar masalah pilihan politik, para mantan aktivis pendiri GreatEdu melihat banyak mahasiswa-mahasiswa jebolan universitas tak mendapat pekerjaan. Fenomena guru honorer itu numpuk di daerah-daerah, itu sampai sekarang problem yang belum terselesaikan. Para guru honorer itu juga tak mendapatkan gaji yang layak.