home edukasi & pesantren

Menyeragamkan Langit: Jalan Panjang Muhammadiyah Menuju Kalender Islam Global

Jum'at, 30 Mei 2025 - 05:15 WIB
Waktu, sesungguhnya, adalah infrastruktur spiritual yang paling purba. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID-Bermula dari langit Indonesia, Muhammadiyah kini menatap cakrawala dunia. Upaya penyatuan kalender Hijriah global tidak hanya soal tanggal, tapi soal kesatuan umat.

Di langit-langit diskusi umat Islam modern, satu pertanyaan kuno terus bergema: mengapa umat yang satu ini masih berselisih soal satu tanggal yang sama?

Pada satu sisi bumi, Idulfitri jatuh pada hari Senin. Di sisi lain, Selasa. Di Indonesia sendiri, tidak jarang ada tiga versi: pemerintah, Muhammadiyah, dan Nahdlatul Ulama. Perbedaan itu acap kali dibungkus dengan istilah “rahmat”, tapi bagi banyak umat, yang tersisa hanyalah kebingungan.

Adalah Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), jawaban yang kini ditawarkan Muhammadiyah. Lebih dari sekadar sistem penanggalan, KHGT adalah proyek unifikasi waktu Islam global yang digodok selama hampir dua dekade dan akan diterapkan penuh mulai 1 Muharam 1447 H, atau bertepatan dengan pertengahan tahun 2025 M.

Baca juga: Kuatnya Paham Rukyat Literal dan Matlak Lokal Menyebabkan Konsep KHGT Tak Diterima

Ijtihad Langit-Langit Global

Bagi Muhammadiyah, KHGT bukan sekadar inovasi. Ia adalah ijtihad besar yang berakar dari keprihatinan mendalam atas disintegrasi waktu dalam kehidupan umat Islam. “Upaya pergeseran ke KHGT ini merupakan lompatan ijtihad Muhammadiyah dalam menjawab kebutuhan akan kepastian dan ketepatan ibadah yang bersifat global,” ujar Maskufa, anggota Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, dalam salah satu pengajian Pimpinan Pusat.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya