Hati-Hati Heat Stroke saat Armuzna, Kenali Gejala dan Cara Pencegahannya
Esti setiyowati
Ahad, 01 Juni 2025 - 13:34 WIB
Kemenkes memberikan sejumlah tips pencegahan heat stroke saat pelaksanaan ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Foto: Pexels/Yasir Grbz.
Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) memberikan sejumlah tips pencegahan "heat stroke" atau serangan panas saat pelaksanaan puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Kepala Pusat Kesehatan Haji, Liliek Marhaendro Susilo menjelaskan heat stroke adalah situasi kedaruratan yang dapat mengancam jiwa, jika tidak ditangani dengan cepat.
Baca juga: Jelang Armuzna, Kemenkes Siapkan Obat dan Alat-alat Kesehatan
"Heat stroke terjadi ketika suhu udara tinggi dan tubuh tidak lagi mampu mengontrol suhunya sendiri sehingga menyebabkan suhu inti tubuh meningkat drastis mencapai di atas 40 derajat Celsius atau 104 derajat Fahrenheit,” ungkap Liliek Marhaendro dalam keterangan resmi, dikutip Ahad (1/6/2025).
Liliek mengungkapkan, serangan panas dapat merusak otak, jantung, ginjal, dan otot.
Adapun gejala umumnya meliputi, suhu tubuh sangat tinggi, kulit panas, merah, dan kering (atau terkadang lembap jika masih ada keringat, sakit kepala berdenyut, pusing dan kebingungan.
"Mual dan muntah, denyut nadi cepat dan kuat, dan hilang kesadaran atau kejang," ungkap Liliek.
Kepala Pusat Kesehatan Haji, Liliek Marhaendro Susilo menjelaskan heat stroke adalah situasi kedaruratan yang dapat mengancam jiwa, jika tidak ditangani dengan cepat.
Baca juga: Jelang Armuzna, Kemenkes Siapkan Obat dan Alat-alat Kesehatan
"Heat stroke terjadi ketika suhu udara tinggi dan tubuh tidak lagi mampu mengontrol suhunya sendiri sehingga menyebabkan suhu inti tubuh meningkat drastis mencapai di atas 40 derajat Celsius atau 104 derajat Fahrenheit,” ungkap Liliek Marhaendro dalam keterangan resmi, dikutip Ahad (1/6/2025).
Liliek mengungkapkan, serangan panas dapat merusak otak, jantung, ginjal, dan otot.
Adapun gejala umumnya meliputi, suhu tubuh sangat tinggi, kulit panas, merah, dan kering (atau terkadang lembap jika masih ada keringat, sakit kepala berdenyut, pusing dan kebingungan.
"Mual dan muntah, denyut nadi cepat dan kuat, dan hilang kesadaran atau kejang," ungkap Liliek.