Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 18 September 2026
home sports detail berita

Lamine Yamal Pertanyakan Kriteria Ballon d'Or Modern Dibandingkan Era Messi dan Ronaldo

sururi al faruq Jum'at, 18 September 2026 - 21:27 WIB
Lamine Yamal Pertanyakan Kriteria Ballon d'Or Modern Dibandingkan Era Messi dan Ronaldo
LANGIT7.ID-Barcelona; Lamine Yamal akhirnya memberikan penjelasan lengkapnya soal Ballon d'Or. Winger Barcelona itu menilai penghargaan tersebut telah bergeser dari tujuan utamanya: menentukan pesepakbola terbaik di dunia.

Setelah beberapa hari penayangan cuplikan dari kemunculannya di acara Universo Valdano milik Movistar Plus, wawancara lengkapnya kini mengungkap lebih banyak detail pemikiran Yamal.

Argumennya adalah trofi tim, statistik individu, dan identitas klub seorang pemain seharusnya tidak secara otomatis menentukan pemenangnya.

Yamal Pertanyakan Cara Ballon d'Or Dinilai

Yamal memulai dengan membandingkan lanskap saat ini dengan era yang didominasi Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.

Menurutnya, tidak ada kebingungan soal penghargaan itu ketika kedua pemain tersebut bersaing memperebutkannya.

"Penghargaan itu sekarang dinilai secara berbeda. Ketika Messi dan Cristiano masih ada, semua orang tahu mereka adalah dua yang terbaik di dunia, jadi penghargaan itu dibagi antara keduanya."

Ia lalu menjelaskan mengapa menurutnya kesuksesan di Liga Champions tidak seharusnya otomatis menentukan hadiah individu, dengan menggunakan Paris Saint-Germain sebagai contoh.

"Masalahnya sekarang, orang lebih mengutamakan faktor yang tidak ada hubungannya dengan Ballon d'Or. Misalnya, ketika mereka bilang pemain PSG harus menang karena mereka juara Liga Champions."

Pembedaan Yamal sederhana: memenangkan kompetisi besar harus diakui secara terpisah dari penilaian sebagai pemain individu terbaik dunia.

"Ketika kamu menang Liga Champions, PSG diberi trofi Liga Champions karena menjadi tim terbaik, dan itu hadiah milik PSG."

Ia menyampaikan argumen yang sama soal statistik gol.

"Bukan untuk pemain yang mencetak 80 gol, karena ketika kamu mencetak 80 gol, kamu diberi penghargaan 'top scorer' musim itu. Ini hal-hal yang sangat berbeda yang tidak dipahami orang."

Mengapa Sepak Bola Lebih Bermakna bagi Yamal daripada Statistik

Bintang Barcelona itu juga menjelaskan mengapa statistik tidak selalu menunjukkan apakah ia menikmati sebuah pertandingan.

Pendidikan sepak bolanya, katanya, dibangun dari menonton pertandingan utuh, bukan memeriksa angka individu.

"Saya tumbuh menonton sepak bola saat kami biasa menonton pertandingan penuh, dari menit pertama sampai menit ke-90. Saya tidak membuka aplikasi untuk memeriksa berapa gol atau assist yang dicetak setiap pemain."

Yamal menunjuk Mesut Ozil sebagai contoh tipe pemain yang ia kagumi, meski tanpa angka gol yang besar.

"Itu masa ketika semua orang menikmati sepak bola; kamu melihat gelandang serang yang mungkin tidak mencetak 20 gol tapi menyenangkan untuk ditonton—seperti Ozil, misalnya, yang sangat saya sukai."

Pandangan itu juga memengaruhi responsnya setelah pertandingan. Penampilan tanpa gol tidak otomatis membuatnya kecewa.

"Dan ada momen—itu terjadi pada saya di banyak pertandingan—ketika saya merasa telah menampilkan pertunjukan dan mungkin saya tidak mencetak gol, tapi saya tidur dengan sangat bahagia karena saya tahu sepak bola bukan hanya soal orang yang mencetak gol."

Bagi Yamal, kenikmatan datang dari keterlibatan dalam permainan itu sendiri.

"Seluruh rangkaian gerakan sejak bola meninggalkan tangan kiper."

Bintang Barcelona itu memperluas poin tersebut dengan menggambarkan percakapannya dengan sang ibu setelah pertandingan.

"Saya pulang, dan mungkin saya kesal, dan ibu saya selalu bertanya apakah saya kesal karena tidak mencetak gol, dan saya bilang padanya saya tidak akan pernah pulang kesal hanya karena tidak mencetak gol—mencetak gol hanyalah statistik.

"Saya kesal jika saya tidak menyentuh bola, jika saya tidak bisa menikmati diri sendiri; itu yang paling membuat saya kesal."

Yamal Ungkap Detail di Balik Insting Sepak Bolanya

Komentarnya tidak terbatas pada Ballon d'Or. Yamal juga berbagi wawasan tentang cara ia berpikir saat latihan, terutama ketika membahas pergerakan bersama rekan-rekan setimnya di Barcelona.

"Di latihan saya selalu berbicara dengan Fermin, pemain yang cenderung berlari ke ruang kosong, atau dengan Eric atau Jules."

Ia menjelaskan bahwa percakapan itu sering kali soal menciptakan keuntungan kecil, bukan ide taktis yang rumit.

"Saya bilang saya lebih suka mereka melakukan overlap ke dalam, karena jika mereka overlap ke dalam, mereka akan berakhir sendiri atau tersisih dari gerakan dan tidak bisa lagi mengganggu saya—jadi mereka keluar dari gambaran.

"Kami coba mendiskusikannya. Hal-hal paling sederhana dalam sepak bola adalah yang paling berhasil."

Poin terakhir Yamal menangkap detail di balik permainan menyerangnya: menentukan waktu pergerakan tepat pada momen yang tepat.

"Jika seorang pemain selalu berlari ke ruang kosong dan pertahanan berdiri diam, ada sepersekian detik ketika ia akan terbebas dari penjagaan, dan sepersekian detik itulah yang harus selalu kamu latih. Itu sepersekian detik yang harus kamu perhitungkan waktunya dengan sangat hati-hati," tutupnya.(*/saf/barcauniversal)

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 18 September 2026
Imsak
04:20
Shubuh
04:30
Dhuhur
11:50
Ashar
15:02
Maghrib
17:53
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
right-3 (Desktop - langit7.id)
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan