BI Bocorkan Strategi Menuju Indonesia Jadi Pusat Industri Halal Dunia! Fokus pada 3 Pilar Ini!
Tim langit 7
Kamis, 05 Juni 2025 - 16:53 WIB
BI Bocorkan Strategi Menuju Indonesia Jadi Pusat Industri Halal Dunia! Fokus pada 3 Pilar Ini!
LANGIT7.ID-Jakarta;Bank Indonesia (BI) membidik posisi strategis baru bagi Indonesia di panggung ekonomi global, yakni sebagai pusat industri halal dunia. Langkah ambisius ini menjadi bagian dari kebijakan besar dalam pengembangan ekonomi syariah yang terus dikuatkan hingga 2029 mendatang.
Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah BI, Imam Hartono, menjelaskan bahwa fokus pengembangan ekonomi syariah nasional akan dibangun di atas tiga pilar utama, dengan dukungan penuh dari kebijakan pembangunan nasional dan visi besar Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia (MEKSI) 2025–2029.
“Kami gambarkan untuk mewujudkan Indonesia menjadi pusat industri halal dunia dan ini sejalan dengan RPJMN dan MEKSI 2025–2029,“ ungkap Imam dalam Taklimat Media di kantor Bank Indonesia, Jakarta, dikutip Kamis (5/6/2025).
3 Pilar Ekonomi Syariah Jadi Kunci
Tiga pilar utama yang menjadi pondasi pengembangan ekonomi syariah Indonesia mencakup:
Pertama, penguatan sistem produk halal. BI mendorong terciptanya ekosistem produksi halal yang terintegrasi, tidak hanya dari sisi sertifikasi, tetapi juga rantai pasok dan standarisasi global.
Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah BI, Imam Hartono, menjelaskan bahwa fokus pengembangan ekonomi syariah nasional akan dibangun di atas tiga pilar utama, dengan dukungan penuh dari kebijakan pembangunan nasional dan visi besar Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia (MEKSI) 2025–2029.
“Kami gambarkan untuk mewujudkan Indonesia menjadi pusat industri halal dunia dan ini sejalan dengan RPJMN dan MEKSI 2025–2029,“ ungkap Imam dalam Taklimat Media di kantor Bank Indonesia, Jakarta, dikutip Kamis (5/6/2025).
3 Pilar Ekonomi Syariah Jadi Kunci
Tiga pilar utama yang menjadi pondasi pengembangan ekonomi syariah Indonesia mencakup:
Pertama, penguatan sistem produk halal. BI mendorong terciptanya ekosistem produksi halal yang terintegrasi, tidak hanya dari sisi sertifikasi, tetapi juga rantai pasok dan standarisasi global.