home masjid

Membangun Masyarakat Islam: Fondasi Akidah sebagai Kunci Keteguhan

Selasa, 10 Juni 2025 - 05:45 WIB
Dengan menjaga fondasi aqidah yang kuat, masyarakat Islam mampu bertahan, berperan, dan memberikan kontribusi positif dalam perjalanan peradaban. Ilustrasi: AI
LANGIT7.ID--Di tengah arus modernitas dan berbagai ideologi yang menggelora, pertanyaan mendasar tentang “Apa itu masyarakat Islam?” tetap relevan dan mendesak untuk dijawab secara mendalam.

Syaikh Yusuf Al-Qardhawi dalam karyanya "Malaamihu Al Mujtama’ Al Muslim Alladzi Nasyuduh", yang diterjemahkan menjadi "Sistem Masyarakat Islam dalam Al Qur’an & Sunnah" (1997), menegaskan bahwa inti sebuah masyarakat Islam adalah akidah yang kokoh: “Laa ilaaha illallah Muhammadan Rasuulullah.”

Aqidah ini bukan sekadar kalimat sakral yang terucap, melainkan jiwa dan nadi yang mengalir dalam denyut kehidupan masyarakat. Masyarakat Islam yang sejati adalah yang tidak hanya memuliakan kalimat tauhid tersebut, tetapi juga memperkuatnya dalam akal dan hati.

Pendidikan aqidah menjadi misi utama, menanamkan nilai-nilai keimanan pada generasi berikutnya, dan secara aktif menangkis pemikiran yang menyesatkan. Media massa, masjid, sekolah, seni, hingga teater menjadi wahana penyebaran dan pengukuhan nilai-nilai ini.

Baca juga: Mengisi Baitul Arqam Dasar, Rektor UMMAD: Ciri Mahasiswa Muhammadiyah adalah Punya Akidah Lurus

Namun, membangun masyarakat Islam bukanlah dengan memaksa orang lain meninggalkan keyakinan mereka. Al-Qur’an sudah jelas menegaskan: “Tidak ada paksaan dalam agama” (QS Al-Baqarah: 256).

Justru sejarah mengingatkan kita bahwa masyarakat Islam klasik adalah contoh toleransi tinggi terhadap perbedaan keyakinan, yang bahkan mendapat pengakuan dari para pengamat non-Muslim.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya