Hari Kesaktian Pancasila, Bangsa Indonesia Harus Waspadai Ideologi Lain
Fajar adhitya
Jum'at, 01 Oktober 2021 - 09:55 WIB
Hari Kesaktian Pancasila. (Foto: Antara).
Makna Hari Kesaktian Pancasila menjadi pelajaran bagi Bangsa Indonesia agar bisa mewaspadai ideologi lain, seperti pemberontakan PKI pada 1965 silam.
Direktur Standarisasi Materi dan Metode Aparatur Negara Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Aris Heru Utomo mengatakan, peringatan ini bertujuan agar warga selalu waspada gerakan-gerakan yang ingin mengganti Pancasila.
"Peringatan Hari Kesaktian Pancasila setiap 1 Oktober dimaksudkan untuk mengingatkan masyarakat agar selalu waspada gerakan-gerakan dengan ideologi lain," kata Aris seperti dilansir Antaranews, Jumat (1/10/2021).
Seperti yang terjadi pada 1948 dan 1965, bangsa ini menghadapi ujian dari sekelompok orang yang ingin mengganti ideologi Pancasila.
Menurut Aris, generasi muda menjadi generasi yang lebih rentan terpapar oleh ideologi transnasional karena kedekatan generasi tersebut pada teknologi dan informasi, khususnya media sosial.
"Jangan sampai generasi muda justru terpengaruh ideologi transnasional, sehingga berkeinginan mengganti Pancasila," kata Aris.
Saat ini masyarakat Indonesia sedang diuji pandemi Covid-19. Dalam menghadapi masalah ini, Pancasila hadir secara nyata, menjadi nilai hidup yang bekerja dalam kehidupan bernegara dan nilai yang hidup dalam kebijakan dan putusan pemerintah.
Direktur Standarisasi Materi dan Metode Aparatur Negara Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Aris Heru Utomo mengatakan, peringatan ini bertujuan agar warga selalu waspada gerakan-gerakan yang ingin mengganti Pancasila.
"Peringatan Hari Kesaktian Pancasila setiap 1 Oktober dimaksudkan untuk mengingatkan masyarakat agar selalu waspada gerakan-gerakan dengan ideologi lain," kata Aris seperti dilansir Antaranews, Jumat (1/10/2021).
Seperti yang terjadi pada 1948 dan 1965, bangsa ini menghadapi ujian dari sekelompok orang yang ingin mengganti ideologi Pancasila.
Menurut Aris, generasi muda menjadi generasi yang lebih rentan terpapar oleh ideologi transnasional karena kedekatan generasi tersebut pada teknologi dan informasi, khususnya media sosial.
"Jangan sampai generasi muda justru terpengaruh ideologi transnasional, sehingga berkeinginan mengganti Pancasila," kata Aris.
Saat ini masyarakat Indonesia sedang diuji pandemi Covid-19. Dalam menghadapi masalah ini, Pancasila hadir secara nyata, menjadi nilai hidup yang bekerja dalam kehidupan bernegara dan nilai yang hidup dalam kebijakan dan putusan pemerintah.
(bal)