Kemendikdasmen Pantau Langsung Pelaksanaan SPMB 2025 di Kota Bekasi
Lusi mahgriefie
Selasa, 17 Juni 2025 - 15:03 WIB
Foto: kemendikdasmen.go.id
Di beberapa wilayah di Indonesia Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2025/2026 telah dimulai. Demi memastikan pelaksanaan berlangsung secara objektif, transparan, akuntabel, dan berkeadilan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melakukan pemantauan langsung ke Kota Bekasi.
Tepatnya di SMAN 1 Kota Bekasi dan SMAN 3 Bekasi, Jawa Barat, pemantauan langsung dilakukan sebagai bagian dari rangkaian pemantauan nasional terhadap proses SPMB di berbagai daerah yang dilaksanakan Kemendikdasmen.
"Kementerian berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap anak memiliki hak yang sama dalam mengakses pendidikan bermutu. Tidak boleh ada diskriminasi ataupun praktik kecurangan dalam bentuk apapun dalam proses SPMB ini," ujar Inspektur Jenderal (Irjen) Kemendikdasmen, Faisal Syahrul melalui keterangan tertulis.
Baca juga:Kemendagri Kawal SPMB untuk Hindari Anak Putus Sekolah
Dalam kunjungan tersebut, Irjen Faisal menerima laporan dari pihak sekolah terkait kendala teknis pada hari-hari awal pendaftaran, seperti gangguan sistem yang lambat diakses masyarakat karena tingginya lalu lintas pendaftar.
Tepatnya di SMAN 1 Kota Bekasi dan SMAN 3 Bekasi, Jawa Barat, pemantauan langsung dilakukan sebagai bagian dari rangkaian pemantauan nasional terhadap proses SPMB di berbagai daerah yang dilaksanakan Kemendikdasmen.
"Kementerian berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap anak memiliki hak yang sama dalam mengakses pendidikan bermutu. Tidak boleh ada diskriminasi ataupun praktik kecurangan dalam bentuk apapun dalam proses SPMB ini," ujar Inspektur Jenderal (Irjen) Kemendikdasmen, Faisal Syahrul melalui keterangan tertulis.
Baca juga:Kemendagri Kawal SPMB untuk Hindari Anak Putus Sekolah
Dalam kunjungan tersebut, Irjen Faisal menerima laporan dari pihak sekolah terkait kendala teknis pada hari-hari awal pendaftaran, seperti gangguan sistem yang lambat diakses masyarakat karena tingginya lalu lintas pendaftar.