Perang Udara Iran-Israel Memasuki Hari Keenam, Trump Desak Iran "Menyerah Tanpa Syarat"
Nabil
Rabu, 18 Juni 2025 - 09:43 WIB
Perang Udara Iran-Israel Memasuki Hari Keenam, Trump Desak Iran Menyerah Tanpa Syarat
LANGIT7.ID-Jakarta;Iran dan Israel kembali saling meluncurkan serangan rudal pada Rabu (18/6/2025), menandai hari keenam konflik udara antara dua musuh bebuyutan ini. Padahal, sebelumnya Presiden AS Donald Trump sudah menyerukan agar Iran menyerah tanpa syarat.
Militer Israel menyatakan bahwa dua gelombang rudal dari Iran menghantam wilayah mereka pada dua jam pertama Rabu pagi. Ledakan terdengar di atas langit Tel Aviv.
Di sisi lain, Israel meminta warga di sekitar Teheran untuk mengungsi agar angkatan udaranya bisa menyerang instalasi militer Iran. Media lokal Iran melaporkan adanya suara ledakan di Teheran dan Karaj, kota yang berada di sebelah barat ibu kota.
Baca juga: Israel Serang Iran, Jerman Sebut Sedang Lindungi Dunia
Trump sebelumnya memperingatkan di media sosial bahwa kesabaran AS terhadap Iran sudah mulai habis. Meski ia menyatakan belum berniat membunuh pemimpin tertinggi Iran "untuk saat ini", tapi nada pernyataannya makin keras, menunjukkan kemungkinan AS akan terlibat lebih dalam.
"Kami tahu persis di mana ‘Pemimpin Tertinggi’ itu bersembunyi," tulis Trump di Truth Social, mengacu pada Ayatollah Ali Khamenei. "Kami tidak akan menghabisinya (bunuh!), setidaknya belum... Kesabaran kami mulai habis."
Tiga menit setelah itu, Trump menulis lagi: "MENYERAH TANPA SYARAT!"
Militer Israel menyatakan bahwa dua gelombang rudal dari Iran menghantam wilayah mereka pada dua jam pertama Rabu pagi. Ledakan terdengar di atas langit Tel Aviv.
Di sisi lain, Israel meminta warga di sekitar Teheran untuk mengungsi agar angkatan udaranya bisa menyerang instalasi militer Iran. Media lokal Iran melaporkan adanya suara ledakan di Teheran dan Karaj, kota yang berada di sebelah barat ibu kota.
Baca juga: Israel Serang Iran, Jerman Sebut Sedang Lindungi Dunia
Trump sebelumnya memperingatkan di media sosial bahwa kesabaran AS terhadap Iran sudah mulai habis. Meski ia menyatakan belum berniat membunuh pemimpin tertinggi Iran "untuk saat ini", tapi nada pernyataannya makin keras, menunjukkan kemungkinan AS akan terlibat lebih dalam.
"Kami tahu persis di mana ‘Pemimpin Tertinggi’ itu bersembunyi," tulis Trump di Truth Social, mengacu pada Ayatollah Ali Khamenei. "Kami tidak akan menghabisinya (bunuh!), setidaknya belum... Kesabaran kami mulai habis."
Tiga menit setelah itu, Trump menulis lagi: "MENYERAH TANPA SYARAT!"