BNCT Terobosan Baru Terapi Kanker, Unusa Siap Jadi Pelopor di Indonesia
Tim langit 7
Sabtu, 21 Juni 2025 - 14:10 WIB
ilustrasi
Kanker menjadi penyakit mematikan nomor dua setelah jantung. Kanker masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. Hal ini menjadi tantangan serius yang perlu diatasi melalui inovasi medis, peningkatan kesadaran masyarakat, serta penguatan layanan kesehatan dari sisi preventif maupun kuratif.
Melihat urgensi tersebut, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) menyelenggarakan Studium Generale bertajuk "The Future of Cancer Therapy: BNCT and Cyclotron Innovations in Indonesia and Beyond" di Auditorium Lantai 9 Kampus B Unusa.
Acara ini tidak hanya menjadi ajang tukar ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai momen penting dalam membangun kesadaran dan kolaborasi strategis untuk pengembangan terapi kanker berbasis teknologi mutakhir.
Prof. Ir. Yohannes Sardjono, APU., dari BRIN Indonesia menjelaskan, BNCT (Boron Neutron Capture Therapy) merupakan terapi kanker berbasis partikel berat yang memiliki keunggulan signifikan dibanding terapi konvensional. Salah satu keunggulan utama BNCT adalah pasien tidak perlu menjalani terapi berulang, seperti pada terapi sinar-X atau direct elektron.
“BNCT ini adalah terapi yang bersifat targeting cell, artinya hanya menyerang sel kanker tanpa merusak jaringan sehat di sekitarnya,” ujar Prof. Yohannes.
Baca juga:Waspadai Penyakit Usai Pulang Haji, Simak Tips Jaga Kesehatan Berikut
Ia menambahkan, meski demikian, pada beberapa jenis sel kanker, sinar-X masih diperlukan sebagai pelengkap terapi. Namun secara keseluruhan, BNCT membuka babak baru dalam pengobatan kanker yang lebih efektif, efisien, dan memiliki efek samping yang jauh lebih ringan dibandingkan dengan terapi konvensional.
Melihat urgensi tersebut, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) menyelenggarakan Studium Generale bertajuk "The Future of Cancer Therapy: BNCT and Cyclotron Innovations in Indonesia and Beyond" di Auditorium Lantai 9 Kampus B Unusa.
Acara ini tidak hanya menjadi ajang tukar ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai momen penting dalam membangun kesadaran dan kolaborasi strategis untuk pengembangan terapi kanker berbasis teknologi mutakhir.
Prof. Ir. Yohannes Sardjono, APU., dari BRIN Indonesia menjelaskan, BNCT (Boron Neutron Capture Therapy) merupakan terapi kanker berbasis partikel berat yang memiliki keunggulan signifikan dibanding terapi konvensional. Salah satu keunggulan utama BNCT adalah pasien tidak perlu menjalani terapi berulang, seperti pada terapi sinar-X atau direct elektron.
“BNCT ini adalah terapi yang bersifat targeting cell, artinya hanya menyerang sel kanker tanpa merusak jaringan sehat di sekitarnya,” ujar Prof. Yohannes.
Baca juga:Waspadai Penyakit Usai Pulang Haji, Simak Tips Jaga Kesehatan Berikut
Ia menambahkan, meski demikian, pada beberapa jenis sel kanker, sinar-X masih diperlukan sebagai pelengkap terapi. Namun secara keseluruhan, BNCT membuka babak baru dalam pengobatan kanker yang lebih efektif, efisien, dan memiliki efek samping yang jauh lebih ringan dibandingkan dengan terapi konvensional.