home masjid

KIsah Sufi: Antara Papan dan Maut, Pintu Menuju Makrifat

Kamis, 19 Juni 2025 - 17:45 WIB
Kisah ini mengajarkan kesadaran yang terus-menerus akan kematian. Ilustrasi: chatgpt
LANGIT7.ID-Di sebuah pagi yang cerah, seorang raja darwis—seorang yang telah menanggalkan dunia dan menguasai batinnya—ikut serta dalam pelayaran menyeberangi lautan. Ketika para penumpang satu demi satu menaiki perahu, mereka mengenali sosok suci itu dan seperti adat para pencari, mereka menghampiri dan meminta wejangan.

Sang darwis tak banyak bicara. Ia hanya mengulang satu kalimat sederhana, kalimat yang menjadi pegangan para penempuh jalan spiritual sejak berabad-abad:

“Sadarlah akan maut, sampai engkau tahu hakikat maut itu sendiri.”

Beberapa mendengarkan, sebagian lainnya berlalu sambil mengangguk tanpa mengerti. Kalimat itu terkesan sederhana, namun tak semua mampu menangkap kedalamannya.

Tak lama kemudian, angin topan datang menyergap. Langit menghitam, ombak mengganas, dan perahu itu seperti daun di tengah pusaran air. Anak buah kapal berteriak, para penumpang menjerit. Mereka sujud, menangis, menghiba kepada Tuhan dengan segala cara dan doa yang mereka tahu.

Di tengah hiruk pikuk dan kecemasan itu, sang darwis duduk diam. Wajahnya tak berubah. Tidak ketakutan, tidak pula gembira. Ia diam merenung, seolah badai tidak sedang terjadi.

Baca juga: Kisah Sufi Mullah Nasrudin Hoja: Engkau Benar, Engkau Juga Benar
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya