Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 06 Oktober 2026
home masjid detail berita

Kisah Sufi Mullah Nasrudin Hoja: Engkau Benar, Engkau Juga Benar

miftah yusufpati Kamis, 19 Juni 2025 - 05:15 WIB
Kisah Sufi Mullah Nasrudin Hoja: Engkau Benar, Engkau Juga Benar
Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID-Suatu hari, Mullah Nasrudin Hoja didapuk menjadi hakim kota menggantikan qadhi lama yang wafat. Warga menaruh harapan tinggi: seorang mullah yang bijak, jenaka, dan dianggap suci, tentu akan membuat pengadilan menjadi lebih adil dan damai.

Persidangan pertama pun dimulai. Seorang jaksa dengan penuh semangat menyampaikan dakwaan terhadap terdakwa: lengkap dengan bukti-bukti dan logika yang kuat. Kata demi kata disusun dengan gaya persuasif yang mengesankan.

Setelah sang jaksa selesai, Nasrudin mengangguk-angguk penuh keyakinan lalu berkata:

"Aku rasa engkau benar."

Petugas majelis merasa heran. Ia membisikkan, “Tapi, Mullah… pembela belum berbicara.”

Tibalah giliran pengacara pembela. Ia menyampaikan pembelaan yang elegan, dengan logika tajam dan retorika cemerlang. Ia meruntuhkan satu demi satu argumen jaksa.

Selesai ia berbicara, Nasrudin kembali mengangguk dan berkata:

"Aku rasa engkau juga benar."

Baca juga: Kisah Humor Sufi: Ketika Nasrudin Hoja Berteriak Api! Api! di Mimbar Jumat

Kali ini, petugas tidak tahan lagi. Ia mendekati Nasrudin dan menyela, “Mullah! Tidak mungkin keduanya benar. Salah satu harus salah!”

Nasrudin menatap petugas itu lama, kemudian menjawab dengan tenang:

"Aku rasa engkau pun benar."

Hikmah

Kisah ini menyindir sekaligus mencerminkan kelemahan manusia dalam memahami kebenaran secara utuh. Nasrudin, dengan cara khasnya, sedang menunjukkan bahwa dalam dunia perdebatan, setiap pihak bisa tampak benar, asal penyampaiannya meyakinkan.

Tapi kebenaran tidak selalu ada pada retorika. Seorang hakim, pemimpin, atau pencari hikmah harus punya kemampuan menembus balik argumen, bukan hanya terpukau oleh kemasannya.

Baca juga: Itik Berkaki Satu Mullah Nasrudin: Humor Menyelamatkan dari Murka Penguasa

Humor dalam kisah ini mengajarkan kita bahwa kebenaran tidak bisa ditentukan dari siapa yang paling fasih bicara, tapi harus disaring dari akal, hati nurani, dan kebijaksanaan yang tajam.

Kisah ini berasal dari tradisi cerita rakyat dan hikmah Sufi yang dikaitkan dengan *Mullah Nasrudin* (Nasruddin Hodja), tokoh legendaris dari dunia Islam klasik, dan bisa ditemukan dalam berbagai versi, termasuk "Kisah-Kisah Sufi" oleh Idries Shah. Cerita ini adalah cerminan dari metode sufistik: menyampaikan kebijaksanaan lewat paradoks dan tawa.

(mif)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 06 Oktober 2026
Imsak
04:10
Shubuh
04:20
Dhuhur
11:44
Ashar
14:46
Maghrib
17:50
Isya
18:58
Lihat Selengkapnya
right-3 (Desktop - langit7.id)
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan