Trump Akan Putuskan Aksi AS di Konflik Israel-Iran dalam Dua Pekan, Kata Gedung Putih
Nabil
Jum'at, 20 Juni 2025 - 09:02 WIB
Trump Akan Putuskan Aksi AS di Konflik Israel-Iran dalam Dua Pekan, Kata Gedung Putih
LANGIT7.ID-Jakarta;Gedung Putih menyatakan pada Kamis bahwa Presiden Donald Trump akan menentukan dalam dua minggu ke depan apakah Amerika Serikat akan ikut campur dalam konflik antara Israel dan Iran.
Juru Bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyampaikan kepada wartawan bahwa Trump sedang mempertimbangkan kemungkinan negosiasi dengan Iran. "Berdasarkan kemungkinan negosiasi yang bisa saja terjadi dalam waktu dekat dengan Iran, saya akan memutuskan apakah kita akan terlibat atau tidak dalam dua minggu ke depan," katanya menyampaikan pesan dari Trump.
Leavitt juga bilang kalau Trump masih membuka peluang penyelesaian lewat jalur diplomasi, tapi fokus utamanya tetap memastikan Iran nggak bisa punya senjata nuklir. Ia menegaskan, kalau pun ada kesepakatan, itu harus mencakup larangan Iran untuk memperkaya uranium dan benar-benar menghentikan potensi mereka membuat senjata nuklir.
Baca juga: Putin Peringatkan AS: Jangan Ikut Campur Perang Iran-Israel, Risikonya Tak Terduga
“Presiden selalu terbuka pada solusi diplomatik... dia adalah pemimpin yang cinta damai. Tapi dia juga percaya pada perdamaian lewat kekuatan. Jadi kalau ada peluang diplomasi, dia pasti akan ambil. Tapi kalau harus pakai kekuatan, dia juga siap,” kata Leavitt.
Saat ditanya apakah Trump bakal minta izin kongres dulu kalau mau menyerang Iran, Leavitt menolak menjawab. Tapi dia menegaskan bahwa AS tetap yakin Iran saat ini sudah sangat dekat dengan kemampuan memiliki senjata nuklir.
Ketegangan makin meningkat setelah Israel menyerang fasilitas nuklir Iran pada Kamis, sementara Iran membalas dengan meluncurkan rudal dan drone ke Israel, termasuk serangan ke sebuah rumah sakit Israel semalam sebelumnya. Perang udara yang sudah berlangsung selama seminggu ini belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda.
Juru Bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyampaikan kepada wartawan bahwa Trump sedang mempertimbangkan kemungkinan negosiasi dengan Iran. "Berdasarkan kemungkinan negosiasi yang bisa saja terjadi dalam waktu dekat dengan Iran, saya akan memutuskan apakah kita akan terlibat atau tidak dalam dua minggu ke depan," katanya menyampaikan pesan dari Trump.
Leavitt juga bilang kalau Trump masih membuka peluang penyelesaian lewat jalur diplomasi, tapi fokus utamanya tetap memastikan Iran nggak bisa punya senjata nuklir. Ia menegaskan, kalau pun ada kesepakatan, itu harus mencakup larangan Iran untuk memperkaya uranium dan benar-benar menghentikan potensi mereka membuat senjata nuklir.
Baca juga: Putin Peringatkan AS: Jangan Ikut Campur Perang Iran-Israel, Risikonya Tak Terduga
“Presiden selalu terbuka pada solusi diplomatik... dia adalah pemimpin yang cinta damai. Tapi dia juga percaya pada perdamaian lewat kekuatan. Jadi kalau ada peluang diplomasi, dia pasti akan ambil. Tapi kalau harus pakai kekuatan, dia juga siap,” kata Leavitt.
Saat ditanya apakah Trump bakal minta izin kongres dulu kalau mau menyerang Iran, Leavitt menolak menjawab. Tapi dia menegaskan bahwa AS tetap yakin Iran saat ini sudah sangat dekat dengan kemampuan memiliki senjata nuklir.
Ketegangan makin meningkat setelah Israel menyerang fasilitas nuklir Iran pada Kamis, sementara Iran membalas dengan meluncurkan rudal dan drone ke Israel, termasuk serangan ke sebuah rumah sakit Israel semalam sebelumnya. Perang udara yang sudah berlangsung selama seminggu ini belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda.